Temuan Hobi Baru: Menulis



Di awal tahun 2017 ini, mulai menemukan berbagai aktifitas yang lumayan lah bisa dibilang produktif. Biasanya cuma nongkrong depan gawai hanya untuk ngobrol, stalking, atau baca portal berita yang tidak begitu penitng. Nah, sekarang memang masih depan gawai, masih mainin jempol juga, tapi buat Nulis.

Nulis? Iya, belajar menulis.

Jika dulu hanya iseng menulis di status facebook, kirim komentar yang kadang hanya iseng-iseng saja, mulai sekarang belajar menulis di blog walau kontennya belum padat berisi tapi cukup untuk ruang mengalirkan rasa.

Kegiatan menulis bagiku sebenarnya merupakan bagian kuadran II, yang artinya kegiatan ini sebenarnya disukai tapi gak bisa. Dulu, memaknai 'gak bisa' karena memang tidak percaya diri dengan tulisan sendiri. apalagi membandingkannya dengan orang lain, minderlah sudah. Padahal dalam menulis, masing-masing punya gayanya sendiri.

Masuk tengah tahun ini, sudah mulai ada rasa yang berbeda. Ternyata nulis itu asyik, seru. Oh, inikah dia hobi baruku?  

Menjadi ibu rumah tangga yang sebut saja sebagai full time mom, stay at home mom, tentunya sangat rawan didera kejenuhan. Dengan rutinitas dan suasana yang sama setiap harinya, diperlukan momen untuk refreshing, butuh yang namanya Me Time. Dan faktanya, dengan menulis aku bisa menemukannya. waktu dimana aku bisa melepaskan kepenatan dengan menuangkan rasa lewat aksara.

Komunitas berlatih menulis, memberikan kontribusi yang signifikan bagiku bisa melatih diri mencoba konsisten menulis. Bersama komunitas #ODOP99Days, aku mendapatkan  banyak pelajaran dan motivasi dalam dunia menulis. 

Tidak terasa, 4 bulan pertama, di sesi-1 #ODOP99days kemarin, konsistensiku dalam menulis bisa dipertahankan. Sekarang, masuk sesi-2, semoga masih bisa bertahan dan bisa menunjukkan progres yang signifikan. Blog baru ini juga dimulai dalam rangkan sesi kedua #ODOP99days, agar suasana dan semangat baru lebih terasa.

Yuk, Menulis!

Sedikit pesan dari  Om James Whitfield Ellison
"Mulailah menulis, jangan berpikir. Berpikir itu nanti saja. Yang penting menulis dulu. Tulis draft pertamamu itu dengan hati. Baru nanti kau akan menulis ulang dengan kepalamu. Kunci utama menulis adalah menulis, bukannya berpikir.”

0 comments:

Posting Komentar