DISKUSI FITRAH SEKSUALITAS: “Bagaimana cara mengenalkan nama alat kelamin kepada anak? Sejak usia berapa anak harus mengetahuinya?”



Pertanyaan-pertanyaan di atas muncul saat sesi pertama diskusi mengenai fitrah seksualitas di kelas online bunda sayang #2 kemarin (04/01/2107). Materi pertama yang disajikan adalah tentang membangkitkan fitrak seksualitas pada anak.

Sebelumnya, dibahas terlebih dahulu, ‘Apa itu Fitrah Seksualitas?’

Pada dasarnya, fitrah seksualitas itu adalah untuk menjawab bagaimana seorang laki-laki atau perempuan berpikir, merasa dan bersikap seperti kodratnya.

‘Pentingkah menumbuhkan fitrah seksualitas pada anak?'

Jawabannya tentu, SANGAT PENTING. Mengapa? Agar anak dapat memastikan identitas seksualitasnya dengan tegas, agar tidak terjadi penyimpangan seksualitas, dan kelak menjadi ayah dan ibu yang beradab kepada pasangan dan anak keturunan.

Lalu, apa tantangan yang dihadapi untuk membangkitkan hal tersebut? Bagaimana solusinya?
Sesi selanjutnya adalah diskusi dan tanya jawab kelas. Bahasan yang menjadi topik utama pada diskusi pertama level ini adalah ‘bagaimana cara mengenalkan dan menyebutkan nama alat kelamin/alat vital pada anak’. Karena pada kenyataannya masih banyak yang menggunakan istilah berbeda-beda. Hal tersebut terjadi karena masih dianggap tabu.

Padahal menurut psikolog Naomi Ernawati Lestari, seperti dilansir dalam media kompas.com edisi 25/02/2017, Naomi mengatakan bahwa ketika memberi tahu anak tentang alat kelamin, orangtua sebenarnya tak perlu memberikan istilah lain. Sama halnya seperti organ tubuh lainnya, ketika mata disebut mata, hidung disebut hidung, telinga disebut telinga, dan lainnya. Alat kelamin itu jangan dibeda-bedakan namanya. Bilang saja penis, bilang saja vagina. Jadi mereka tidak menganggap hal itu sesuatu yang tabu.

Begitu pun yang dijelaskan oleh Rita Pranawati, anggota Komisioner KPAI, dalam harian Republika bahwa sejak kecil orang tua memang perlu untuk mengenalkan alat kelamin baik laki-laki maupun wanita kepada anak. Anak seharusnya diberitahukan alat kelamin sesuai dengan nama ilmiahnya, bukan mengganti namanya dengan istilah lain. 

Setelah bahasan tersebut, yang kembali banyak didiskusikan adalah ‘sejak kapan (usia berapa) anak bisa mulai dikenalkan dengan organ kelamin?’.

Dalam sebuah artikel di laman id.theasianparent.com dijelaskan bahwa mengajari anak tentang perbedaan jenis kelamin perlu dilakukan sejak dini. Hal ini adalah salah satu langkah untuk menghindari anak menjadi korban pelecehan seksual.

Sebenarnya ketika anak sudah mulai berbicara, kita sudah bisa mengenalkan nama organ-organ tersebut layaknya kita memberitahu bahwa ini tangan, ini kaki, dan lainnya. Karena masih dianggap tabu dan sesuatu hal yang jorok seringkali pengenalan nama tersebut terlupakan bahkan memang sengaja dilewatkan.

Pendidikan seks bisa dimulai pada anak baduta (balita dibawah usia 2 tahun). Ketika ia mulai berjalan dan belajar toilet training. Ajari anak pada setiap kesempatan. Nah, setuju sekali dengan tips ini. Tidak perlu mengadakan pembelajaran khusus dan terlalu serius untuk membahasnya di hadapan anak usia dini. Kita bisa menerapkan hal-hal sederhana pada anak usia dini dalam rutinitas sehari-hari. Misalnya ketika mandi mengenalkan nama organ dan fungsinya, harus menutup pintu saat mandi atau buang air, memakai celana untuk menutupi alat kelamin agar tidak kotor. Sebagai orang tua dan pembimbing sepatutnya dapat memberikan jawaban yang observable (bisa dilihat dan dirasakan sendiri oleh anak).

Referensi:
  • Andika, Alya. (2010). Bicara Seks Bersama Anak. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Anggrek
  • Fitriyani. (2017). Usia Berapa Sebaiknya Orangtua Mengajari Anak Perbedaan Jenis Kelamin?. (Online) tersedia: https://id.theasianparent.com/usia-berapa-anak-diajari-perbedaan-jenis-kelamin/
  • Kelompok 1. (2018). Membangkitkan Fitrah Seksualitas Pada Anak. Dalam Diskusi Fitrah Seksualitas. Kelas Bunda Sayang Bandung #2
  • Maharani, Dian. (2017). Bagaimana Menyebut Nama Kelamin pada Anak. (Online). tersedia: http://lifestyle.kompas.com/read/2017/02/25/170000223/bagaimana.menyebut.nama.alat.kelamin.kepada.anak.
  • Republika Online. 09 Mei 2014. Mengenalkan Pendidikan Seksual. tersedia: http://www.republika.co.id/berita/koran/news-update/14/05/09/n5am0313-mengenalkan-pendidikan-seksual

0 comments:

Posting Komentar