DISKUSI FITRAH SEKSUALITAS: Ketika Anak bertanya tentang Seks?


Sebelumnya kita bahas dulu, apa bedanya seks dan seksualitas. 
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Seks adalah alat kelamin atau hal yang berhubungan dengan alat kelamin. Sedangkan Seksualitas adalah ciri, sifat, atau peranan seks. Ada juga penjelasan bahwa seks adalah jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Seksualitas itu sendiri menyangkut berbagai dimensi, baik dimensi biologis, psikologis, sosial dan kultural.

Ok, pernah atau seringkah kita tiba-tiba ditembak oleh pertanyaan-pertanyaan unik dari seorang anak? Apalagi yang berhubungan dengan seks? tiba-tiba anak bertanya, ‘Mah, penis itu apa?’, ‘Bund, kok payudara bunda besar, punya kakak tidak?’. 

Biasanya bagaimana respon kita sebagai orang tua? Tidak sedikit yang memberikan respon langsung berupa ekspresi wajah dingin, kaget, kesal atau bahkan menanggapi dengan nada marah, ‘Hus, anak kecil jangan nanya aneh-aneh, pamali!

Ketika orang tua memberikan respon yang tidak tepat, anak akan merasa kebingungan padahal ia hanya bertanya. Dampak dari hal tersebut anak akan merasa takut dan tertutup pada orang tuanya lalu ia akan mencari jawaban sendiri. Inilah yang perlu diwaspadai.

Tidak perlu khawatir ketika anak mulai bertanya tentang seks. Yang perlu dikhawatirkan sebenarnya adalah ketika kita sebagai orang tua tidak bisa menanggapi dan menjawab pertanyaan anak dengan baik dan tepat.

Ada 3 hal yang menyebabkan orang tua salah bersikap ketika anak mengomunikasikan keingintahuannya,

  • Tidak memahami pentingnya menanggapi pertanyaan atau celoteh anak
  • Tidak mengetahui jawabannya
  • Tahu jawaban namun mengaggap jawaban tersebut belum pantas diketahui anak

Kak Seto dkk menjelaskan dalam bukunya, Ketika Anak Bertanya tentang Seks, bahwa pertanyaan-pertanyaan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, harus dihadapi orang tua dengan penuh kearifan. Orang tua mau tak mau harus meng-upgrade diri dengan semakin banyak belajar, menambah wawasan, menuntut ilmu termasuk di dalamnya hal yang menyangkut masalah seksual.

Anak dalam perkembangannya akan mengalami fase banyak bertanya. Tentunya ia akan senang dan merasa puas jika pertanyaannya ditanggapi dengan antusias dan positif oleh orang tuanya. Saat orang tua tidak menunjukkan respon yang baik terhadap pertanyaan anak, tanpa sadar ia sudah menyakiti perasaan anak, membuanya merasa bingung, merasa daiabaikan sehingga anak pun kapok untuk bertanya lagi.

Tidak jarang juga orang tua menghindari pertanyaan anak dengan mengalihkan perhatian anak terhadap hal lain. Selain akan membuatnya bingung akibat jangka panjangnya secara tidak sadar orang tua mengajari anak untuk lari dari tanggung jawab.

Jadi, bagaimana tipsnya  ketika anak bertanya tentang seks? Yup, aturan main orang tua saat menjawab pertanyaan sang buah hati adalah

Bersikap Wajar
Berikan respon yang sama seperti saat ia mengajukan pertanyaan yang lain. Hal  ini untuk menghindari dari bahasan tabu tentang masalah seks. tetap tersenyum dan tak perlu panik apalagi marah dan menghardik. Bila orang tua bisa menanggapi secara normal, tidak marah, terkejut maka anak pun akan berpikir bahwa keingintahuan mereka terhadap tubuhnya adalah normal

Memegang Prinsip Jujur 
Jawablah dengan jujur jangan ada yang ditutup-tutupi. Tak perlu sungkan dan menganggap pertanyaan mereka sebagai pertanyaan tabu

Memberikan Jawaban Sederhana
Jawablah pertanyaan anak sesuai kebutuhan dan kemampuan berpikirnya. Anak tidaklah membutuhkan jawaban yang detail dan panjang, yang ia perlukan adalah jawaban yang membuat ia mengerti

Menggunakan Istilah yang Tepat
Gunakanlah istilah sebenarnya, memakai nama ilmiah. Jangan diganti dengan istilah atau nama lain yang bisa membuat bingung anak. Hindari pula penggunaan kata-kata abstrak dan ambigu

Menjadi Pendengar yang Baik
Dengarkanlah ocehan anak dengan sabar dan dan jelaskan semua yang ingin mereka ketahui secara komunikatif.

Permasalahan lain, bagaimana jika anak justru tidak pernah bertanya hal yang berkaitan dengan seks? jawabannya justru orang tua harus proaktif untuk mengenalkan masalah seks sedini mungkin. Jangan mengenalkan seks secara sekaligus menunggu anak sudah dewasa. Pengenalan yang baik di awal-awal tahun-tahun pertamanya akan menjadi dasar yang kuat.

Referensi:

  • Andika, Alya. (2010). Bicara Seks Bersama Anak. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Anggrek
  • Kelompok 9. (2018). Ketika Anak Bertanya tentang Seks. Dalam Diskusi Fitrah Seksualitas. Kelas Bunda Sayang Bandung #2
  • Mulyadi, Seto. Dkk. (2008). Ketika Anak Bertanya tentang Seks. Jakarta: Grasindo


0 comments:

Posting Komentar