Petualangan Seru Dru dan Kisah Lima Kerajaan by Clara Ng


Judul: Dru dan Kisah Lima Kerajaan
Penulis: Clara Ng
Ilustrator: Renata Owen
Tebal: 208 Halaman
ISBN: 978-602-03-2159-2
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
“Halo,” sapa Dru sambil menunduk. Ia tersenyum ramah dan sopan. “Namaku Dru. Siapa namamu, Bibi Keong yang baik?”
“Namaku Rahasia, anak manis.”

Waw! Ini buku novel sastra (anak)  yang begitu mengagumkan. Bagi saya penyuka dongeng, tentu saja buku ini berhasil mengajak saya larut dalam dunia fantasi yang penuh imajinasi. Walaupun buku ini sebenarnya bergenre sastra anak tapi menurut saya cocok untuk semua kalangan usia. Bahkan mungkin bisa dibilang terlalu berat untuk anak karena saya membayangkan jika saya masih kanak-kanak dan membaca buku ini, pasti akan bingung. Tapi untuk anak zaman sekarang mah mungkin cocok-cocok saja, secara … bacaan anak-anak zaman sekarang sudah lebih gaul dan berbobot.

Cerita utama dari buku ini berawal dari kisah Dru, seorang gadis cilik berambut panjang berwarna tembaga, yang tinggal di Desa Patala. Ia dikenal sebagai anak nakal. Salah satu hobi yang sering ia lakukan adalah memanjat pohon rambutan. Pada suatu hari, ia memanjat dan memetik buah rambutan lalu melemparkannya ke tanah. 

Tiba-tiba datang seorang anak laki-laki lalu ia memakan buah rambutan yang tergeletak di tanah dengan santainya. Sontak, Dru geram. Ia marah karena anak itu memakan buah rambutannya.

Anak kecil itu kaget dan langsung lari terbirit-birit. Dru sigap mengejarnya. Akhirnya Dru berhasil menangkapnya lalu mengintrogasi si anak dengan galaknya. Tidak lama kemudian, datanglah seorang anak gempal yang rupanya kakak dari bocah laki-laki itu, dia membela adiknya dan menegaskan pada Dru bahwa adiknya bukanlah pencuri.

Anak laki-laki itu sempat mendorong Dru hingga terjatuh. Kemudian mereka beradu mulut. Dru yang ngotot pun akhirnya menonjok anak laki-laki tersebut.
(Gambar: bocah laki-laki dan kakaknya lari terbirit-birit)
Karena kejadian tersebut, Dru akhirnya diberi hukuman oleh ibunya. Ia tidak diperbolehkan untuk memanjat dan memetik buah rambutan lagi. Dru harus tinggal di kamarnya. 
***
Nah, petualangan seru dari kisah ini dimulai ketika Dru dibawa ke dunia mimpi. Tanpa sadar ia masuk ke dalam hutan topi lalu bertemu dengan Bibi Keong yang bernama ‘Rahasia’. Sejak saat itu ia terus bertemu dengan hal-hal aneh dan ajaib. 

Dru ingin segera keluar dan kembali ke dunianya. Namun, untuk bisa menuju kembali ke tempat asalnya ia harus menemukan danau cermin yang menjadi gerbang dunianya. Bibi Keong menjelaskan bahwa Dru harus melewati terlebih dahulu lima tempat yang dipimpin oleh lima raja.

Di setiap tempat yang ia singgahi, Dru menerima sebuah misi yang harus dituntaskannya agar ia bisa mendapatkan clue untuk bisa menuju danau cermin.
 “Bukalah matamu. Selama kamu percaya, keajaiban akan menampilkan keberadaannya” (Hal. 41)
Dari petualangan di dunia mimpi tersebut, Dru mendapatkan banyak pelajaran hidup yang ia temukan sendiri. 

#1. Kerajaan logam
Disana ia bertemu dengan raja yang bernama Tanti Pala. Dru belum mendapatkan tugas apa-apa. Namun disana ia mendapatkan clue pertama untuk menuju tempat berikutnya.

#2. Kota Pencuri 
“Bagaimana cara menyembunyikan pikiran?”|“Kamu ingin tahu caranya?”|“Cobalah mencurinya dari pikiran kami”| Bagiamana cara mencurinya dari kalian?”|”Caranya ada dalam pikiran kami”. (Hal. 79)
Dru bertemu dengan lima peri penggoda yang bisa mencuri pikirannya. Sesuai namanya, kota pencuri, penduduk di kota ini mempunyai keterampilan mencuri segala hal, termasuk mencuri pikiran. 

Dru diajak oleh para peri menuju istana raja untuk bertemu dengan Raja Aditsu yang sedang berduka. Disana, Dru harus membantu permasalahan Sang Raja.

#3. Kerajaan Wrekodara
Tempat ini disebut juga kerajaan merah. Sejak pertama Dru memasuki negeri para raksasa ini, ia langsung mendapatkan masalah sampai ia harus dipenjara. 

#4. Desa Pahlawan
Dru berhasil memasuki tempat ini berkat menunggangi kuda lumping hitam yang ternyata kuda tersebut adalah kuda kesayangan raja yang telah lama melarikan diri.

#5. Kampung Hening
Akhirnya Dru bertemu dengan raja kelima, Raja Nala. Disini ia akhirnya menemukan apa yang ia cari. Namun untuk bisa kembali ke dunianya, Dru harus menyelesaikan permintaan sang raja. 
***
“Semua orang harus mampu menolong dirinya sendiri. Selebihnya, percaya saja bahwa semesta akan ikut membantu”. (Hal. 194)
Kisah yang disajikan dalam buku ini memuat banyak sekali pesan moral. Clara Ng berhasil menempatkan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya dengan tepat. Dari kisah ini kita bisa belajar tentang sebuah kesopanan, kerendahan hati, keberanian, cara memaafkan, sifat pantang menyerah, percaya diri, rasa ingin tahu yang tinggi, dan ketulusan. 

Bahkan dari kisah ini, saya juga diingatkan kembali tentang dunia anak-anak yang harus dipenuhi kebahagiaan. “Mimpi kanak-kanak tidak boleh dihancurkan. Siapa pun yang menciptakan mimpi buruk harus diceraikan”.

Kelebihan lain dari buku ini, buku Dru dan kisah lima kerajaan ini semakin enak dibaca karena ilustrasinya yang luar biasa keren. Renata Owen, ilustrator dan seniman berbakat ini, mengambil gagasan dari seni batik dan keindahan budaya Indonesia yang begitu memesona dalam menggambarkan setiap penggalan kisah yang ditulis oleh Clara Ng dalam kisah ini.
(Gambar: ketika Dru berada di hutan topi)
So, buku ini wajib dibaca buat para penyuka dongeng (bukan cuma anak-anak) yang ingin asik berpetualang dalam dunia fantasi. 

Selamat membaca!



0 comments:

Posting Komentar