Obat Syukur

“Dan Allah telah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui apapun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.”– An-Nahl: 78

“Jangan lupa bersyukur!”
Begitu katanya, pesan yang selalu diingatkan seseorang kepada saya.

Syukur. Tahukah, Bun? Syukur merupakan salah satu obat ajaib, yaitu obat bahagia, sehat, dan kaya.

Kok bisa?

Obat bahagia dan sehat. Orang yang senantiasa bersyukur biasanya hatinya tenang dan tenteram. Tidak ada kesempatan merasa iri, kepo urusan orang lain, ghibah, dan lainnya, yang nantinya  membuat capek hati dan menimbulkan penyakit hati.

Semakin banyak bersyukur, akan semakin bahagia. Dengan banyak bersyukur kepada Allah, hakikatnya itu adalah untuk diri kita sendiri. Syukur akan membawa keberuntungan untuk hidup kita. Sebagaimana Allah jelaskan dalam firmannya, Q.S. Luqman ayat 12,
“Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah) maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”

Obat kaya. Bukankah Allah menjanjikan dalam firman-Nya, “Dan ingatlah tatkala Tuhanmu memaklumkan, 
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (Q.S. Ibrahim ayat 7). 


Jadi, kalau mau sukses dan banyak rezeki, kuncinya apa? Ya Bersyukur, bersyukur, dan bersyukur. Jadi, sebenarnya syukur itu apa?

Kata syukur berasal dari kata ‘Syakara’ yang menurut bahasa artinya pujian atas kebaikan atau penuhnya sesuatu. Sedangkan, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata syukur diartikan sebagai: (1) rasa terima kasih kepada Allah, dan (2) untunglah (menyatakan lega, senang dan sebagainya).

Menurut Choirul Mahfud dalam jurnalnya yang berjudul The Power of Syukur, dipaparkan juga bahwa syukur memiliki arti menampakkan sesuatu ke permukaan. Jadi, hakikatnya syukur adalah ‘menampakkan nikmat’.Dalam hal ini yang dimaksud adalah nikmat Allah.

Syukur itu merupakan perpaduan pekerjaan lisan, hati, dan perbuatan. Jadi seyogyanya, ketika seseorang mendapatkan nikmat, ia meyakini dalam hatinya bahwa segalanya dari dan milik Allah, kemudian mengucapkan ‘Alhamdulillah’ yang keluar dari lisannya, lalu dengan syukurnya menjadikan ia lebih banyak berbuat kebaikan. Lebih lugasnya, M. Quraish Shihab mengungkap tata cara syukur meliputi tiga cara:

pertama, syukur dengan hati, yaitu kepuasan batin atas anugerah yang diberikan. Kedua, syukur dengan lidah, dengan mengakui anugerah dan memuji pemberinya.
Ketiga, syukur dengan perbuatan, dengan memanfaatkan anugerah yang diperoleh sesuai dengan tujuan penganugerahannya.

Dengan kata lain juga syukur adalah ekspresi pengakuan terhadap nikmat yang dikaruniakan Allah dalam bentuk ibadah baik mahdhah secara vertikal kepada Allah maupun ghair mahdhah secara horizontal kepada sesama manusia.

Maa syaa Allah. Berat ya, Bun. Iya, karena imbalannya juga jelas istimewa, Syurga. Dan memang berat karena tantangan yang menggodanya adalah syetan dan iblis. Dalam Alquran pun diceritakan bahwa mereka berusaha bahkan berjanji untuk menggoda setiap manusia untuk tidak bersyukur kepada Allah baik dari sisi kanan, kiri depan, belakang.

Sampai segitunya? Iya, dikarenakan kedahsyatan dan keutamaan yang namanya syukur bisa lebih mendekatkan kita kepada Allah. Dan tentu itu tidak disukai mereka.

Bismillah. Yuk ah!, mari kita belajar untuk lebih banyak BERSYUKUR.


Know that thankfulness is from the highest of stations, and it is higher than patience, and fear, and detachment of the world. 
- Imam al-Ghazali

0 comments:

Posting Komentar