Siapa Abu Hurairah?


Serial Berbagi Kisah
Seri Kisah Sahabat Nabi

pixabay.com

Cerita oleh Mira Humaira

Meong… Meong!
“Ada suara kucing, Bun! Sepertinya terdengar dari luar,” seru Alif.
Suasana sore itu sedang dingin. Hujan lebat sudah turun sejak siang hari, hingga ba’da ashar pun rupanya hujan masih belum berhenti.

“Oh, ya. Coba lihat, Kak! Kasihan mungkin kedinginan,” Bunda yang sedang sibuk membuat adonan kue pun mencuci tangannya lalu ikut melihat ke luar jendela.

“Bawa masuk saja dulu ke dalam rumah, Kak! Sekalian kasih makanan,” suruh Bunda.

“Boleh, Bun?” tanya Alif meyakinkan. Alif sedikit heran, biasanya Bunda tidak begitu mempersilakan kucing untuk masuk rumah.

“Iya, tentu saja!” jawab Bunda yakin.

“Oke siap, Bunda!”

Alif dan Bunda memberikan sepotong ikan goreng dan susu segar. Kucing mungil itu langsung menyantap hidangannya dengan lahap.

“Kita harus bisa berbuat baik terhadap makhluk Allah, ya termasuk pada kucing ini,” kata Bunda. “...seperti apa yang dilakukan Abu Hurairah,” tambahnya.

“Abu Hurairah? Siapa dia, Bunda?” Alif kembali dibuat penasaran.

Sambil memperhatikan kucing mungil di hadapannya, Bunda mulai berkisah. Alif pun duduk manis siap menyimak.

***

Seperti nama Abu Bakar, nama Abu Hurairah juga sebenarnya adalah nama kunyah atau julukannya.
Pada mulanya, nama asli Abu Hurairah adalah Abdu Syams bin Shakhr. Kemudian Nabi Muhammad SAW menggantinya dengan nama Abdullah, ada juga yang menyebutkan Abdurrahman.

Kakak mau tahu artinya Abu Hurairah? Abu Hurairah memiliki makna ‘Bapak Kucing’. Nah tentu saja, ada kisah di balik nama tersebut.

Pada suatu hari, sepulang Abdu Syams menggembala kambing, ia menemukan seekor kucing liar yang kelaparan dan kedinginan lalu Abdu Syams membawa dan memasukkannya ke dalam kantong lengan baju.

Ketika sampai di rumah, orang-orang rumah mendengar suara kucing dari kamar Abdu Syams.  Sejak saat itu, mereka memanggil Abdu Syams dengan nama Abu Hurairah. Namun, dalam beberapa kali kesempatan Rasululllah SAW memanggilnya juga dengan nama Abu Hirrin.

Abu Hurairah sangat menyayangi kucing itu, kemana pun Abu Hurairah pergi, kucing kesayangannya selalu menyertainya. Begitu pun sebaliknya, kucing tersebut sangat setia pada Abu Hurairah.

Selain dikenal sebagai penyayang binatang, Abdullah atau Abu Hurairah terkenal juga sebagai ahli ibadah juga penghafal dan periwayat hadits paling banyak. Semasa hidupnya, beliau banyak menghabiskan waktunya bersama Rasulullah SAW.
***

“Begitulah Kak, kisah ‘Bapak Kucing’, Abu Hurairah yang penyayang!” Bunda menutup cerita seiring dengan hujan yang mulai mereda.

“Bunda, berarti boleh dong kita pelihara kucing ini di rumah, seperti yang dilakukan Abu Hurairah?” tanya Alif sedikit ragu. Bunda pun tersenyum.

“Maafkan Bunda, Nak. Karena Adek Sofia memiliki alergi dengan bulu kucing, sebaiknya kita tidak membiarkan kucing itu tinggal di sini,” jelas Bunda. “Tapi bukan berarti kita tidak bisa memberi kebaikan padanya, bukan? Coba, Kak Alif ada ide lain?” tanya Bunda.

“Ooh… gitu ya, Bun. Hmm… bagaimana kalau kita berikan kucing ini ke Om Hanif saja ya, Bunda. Om Hanif kan suka menampung hewan-hewan liar,” kata Alif.

“Nah bagus, Kak. Om Hanif kan salah satu relawan rumah kucing. Om Hanif pasti lebih tahu bagaimana cara merawatnya dengan baik,” tambah Bunda.

“Tapi Alif bisa tetap main dan ikut kasih makanan buat kucing ini kan, Bun!"

“Oh, ya. Tentu saja, Nak!"

Sore mulai cerah kembali, kucing mungil berwarna abu putih itu pun sudah kenyang dan tak kedinginan lagi. Bunda kembali untuk memasak dan membuat kue di dapur sedangkan Alif bersiap-siap untuk mengajak kucing lucu itu pergi ke rumah Om Hanif.
       
       











0 comments:

Posting Komentar