Petualangan Bani dan Bon-Bon: Bertemu Kelli di Gua Rinjani

Seri Petualangan Bani dan Bon-Bon:

BERTEMU KELLI di GUA RINJANI
Oleh Mira Humaira

https://id.pinterest.com
“Kita lanjut jelajah Lombok ya, Bon!” ajak Bani pada Bon-Bon.
“Ayo. Kita ke gunung, yuk!” seru Bon-Bon yakin.
“Mari… Tancap, Bon!” teriak Bani dengan penuh semangat.

Pesawat layang Bon-Bon terbang tinggi di langit Lombok. Bani dan Bon-Bon sangat menikmati pemandangan alam sekitar pulau ini. Mulai terlihat gunung yang menjulang tinggi dan membentang di depan mata mereka.

“Itu dia Rinjani!” seru Bon-Bon
“Indahnya… kita akan mendarat di sana, Bon?” tanya Bani meyakinkan.
“Tentu saja!”
Bon-Bon mulai mengurangi kecepatan pesawatnya. Mereka terbang dengan perlahan menikmati indahnya pesona Gunung Rinjani dari udara.

Di saat itu, mereka berpapasan dengan seekor burung cantik yang terbang di jalur yang sama.
“Hai Bibi Godwit !” Sapa Bon-Bon tiba-tiba mengejutkan Bani.

“Halo Anak-anak petualang. Kalian akan mengunjungi Rinjani?” tanya Bibi Godwit ramah.

“Iya, Bibi. Apa Bibi Godwit hendak ke sana juga?” tanya Bon-Bon.

“Tidak. Aku hanya lewat saja ke mari. Kalian selamat bersenang-senang di Rinjani dan berhati-hatilah!” Bibi Godwit terbang lebih cepat dan melanjutkan perjalanannya.

“Bon, Bibi itu siapa?” tanya Bani masih sedikit heran. Ia baru pertama kalinya bertemu dengan burung jenis itu.

https://www.worldbirdphotos.com
“Dia Bibi Godwit si burung penjelajah. Keluarga Godwit adalah jenis burung yang bisa melakukan perjalanan panjang. Mereka rekor loh dalam aksi terbang jarak jauh,” jelas Bon-Bon dan Bani pun melongo mendengarkannya.
“Wah, keren sekali. Lain kali aku ingin berjumpa lagi dengan Bibi Godwit.”

“Eh, kita sudah sampai nih. Mari kita berpetualang di Taman Nasional Gunung Rinjani!” seru Bon-Bon girang.
Bani pun bersiap-siap membawa perlengkapan bekalnya. “Ayo!”
***
Halo Teman-teman. Tibalah kita di Taman Nasional Gunung Rinjani. Gunung Rinjani ini terbentang luas loh. Wilayah gunung ini termasuk dalam tiga kabupaten; Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur.

rinjaninationalpark.com
“Wah, sekarang kita berada di puncak gunung,” seru Bani.
“Iya, nanti kita akan menuruni gunung dan berkeliling ya, Bani.”
“Tentu saja, Bon. Katanya banyak tempat unik dan indah juga loh di sini!” jata Bani bersemangat.

Bani dan Bon-Bon tiba di Gunung Rinjani menggunakan pesawat layang dan mereka pun bisa langsung mendarat di puncak gunung. Petualangan Bani dan Bon-Bon dimulai dari puncak Gunung Rinjani kemudian berkeliling mengunjungi tempat-tempat lainnya.

Bani dan Bon-Bon begitu takjub dan bangga bisa melihat kawasan-kawasan indah di area gunung. Mereka sempat singgah di Danau Segara Anak, sebuah danau dengan pesonanya yang luar biasa indah. Jika dilihat dari atas, danau ini berbentuk seperti sabit loh, Teman-teman.

gunungrinjanintb.blogspot.com
Di sekitar Danau Segara Anak terdapat beberapa gua. Bani dan Bon-Bon memutuskan untuk melihat-lihat sekaligus beristirahat di sana.

Danau Segara Anak (http://www.trekkingrinjani.com/mendakigunungrinjani)
Bani melihat mulut gua yang paling dekat dari danau. Ia tertarik melihat gua tersebut. Bani melihat banyak tetesan-tetesan air yang jatuh di sana. Bani dan Bon-Bon pun penasaran untuk masuk ke dalam. Wah! Rupanya bagian gua itu berwarna putih dan terlihat juga tetesan-tetesan air yang jatuh, tampak seperti susu.

Bani mencoba beristirahat di sana, ia duduk bersandar pada dinding gua sambil membuka camilannya, sedangkan Bon-Bon masih girang dan iseng melompat-lompat dan berteriak di dalam gua sampai terdengar suara yang bergaung.

“Hei, kalian berisik sekali!” tiba-tiba ada suara yang mengagetkan mereka.
Rupanya suara itu berasal dari dalam sekali. Lama-lama tampaklah seekor kelelawar menghampiri Bani dan Bon-Bon.

“Oh, maafkan kami kelelawar kecil,” kata Bani mendekat.
“Suara kalian membangunkan tidurku saja,” ucap kelelawar kecil coklat itu.
“Aku Bon-Bon, maafkan aku tadi aku yang berteriak di sini,” kata Bon-Bon sambil menjulurkan tangannya untuk bersalaman.
“Baiklah aku maafkan. Namaku Kelli. Aku tinggal di Gua Susu ini,” jawab Kelli baik.

“Oooh namanya Gua Susu ya,” sahut Bani sambil berputar melihat dinding-dinding gua. Seperti yang ia pikirkan sebelumnya, melihat tetesan-tetesan air yang tampak putih seperti susu, pantas saja dinamakan Gua Susu, pikirnya.

“Kami izin beristirahat di sini ya, Kelli” kata Bani dengan sopan.
“Tentu, silakan saja. Di Gua Susu ini kalian bisa sekalian beristirahat sambil bersauna. Air panas yang keluar dari balik gua ini dipercaya bisa menyembuhkan penyakit juga,” jelas Kelli sambil menggantung di tepi gua.

“Oh begitu, memang di sini terasa panas ya tapi kami jadi merasa lebih rileks (santai) setelah jauhnya perjalanan dari puncak tadi,” Bani bercerita.

“Eh Kelli, kamu tidak pegal menjungkir seperti itu?” tiba-tiba Boni bertanya aneh
“Hush..Bon-Bon,” kata Bani sambil mencubit Bon-Bon.

“Hihihi...tidak apa-apa Bani. Kami, bangsa kelelawar memang memiliki kaki yang amat kecil dan dihubungkan oleh kulit tipis. Jadi sulit untuk berdiri tegak. Itu sebabnya kami lebih nyaman bergantung menjungkir seperti ini.” jelas Kelli.

https://www.hipwee.com
“Tapi tentu kami tetap bersyukur, dengan posisi seperti ini memudahkan kami untuk bisa terbang kapan saja,” tambah Kelli sambil mengepakkan sayapnya.

“Itu keren sekali, Kelli” sahut Bon-Bon.

Bani, Bon-Bon pun mengobrol asyik bersama Kelli di dalam gua. Hingga mereka merasa cukup beristirahat, Bani dan Bon-Bon pun pamit dan berterima kasih pada Kelli sudah menemani mereka.

“Kami akan melanjutkan perjalanan kami, Kelli. Apa kau bisa membantu kami menunjukkan tempat lainnya?” pinta Bani.

“Kalian bisa mengunjungi Desa Adat Senaru dan air terjunnya yang terkenal, yaitu Air terjun Sendang Gile. Di sebelah sana kalian juga bisa menemukan Air Terjun jeruk Manis.” Kelli menunjukkan beberapa tempat yang memang belum dikunjungi Bani dan Bon-Bon.

“Adakah gua lain selain Gua Susu ini, Kelli?
“Ya, kalian bisa mengunjungi Gua Payung dan Gua Manik dekat dari sini. Tapi, awas loh jangan sampai berteriak-teriak lagi di dalam sana,” Kelli mengingatkan.

“Hihihi. Baiklah. Tentu kami akan lebih berhati-hati,” jawab Bon-Bon tersenyum.

“Terima kasih, Kelli. Senang berkenalan denganmu. Kami pamit ya!”
Bani dan Bon-Bon melambaikan tangannya pada Kelli yang sedang terbang mengitari mulut gua.
***

Bani dan Bon-Bon melanjutkan petualangannya. Banyak tempat yang sayang jika dilewatkan. Banyak keindahan alam yang rugi jika tidak dinikmati. Bani dan Bon-Bon selalu senang berpetualang karena mereka akan mendapat banyak pengalaman dan bertemu dengan kawan baru.

#30DEMJilid2 #02/30
#SeriPetualangan #JejakAlamIndonesia
#GunungRinjani #PulauLombok
#PetualanganBani&BonBon

Referensi:
  • Buku Widya Wiyata Pertama, Jilid 6 Ulah Binatang
  • http://www.bbc.com/indonesia/vert_earth/2016/08/160822_vert_earth_migrasi_jauh
  • http://tnrinjani.net/home
  • https://www.goodnewsfromindonesia.id/2015/10/14/sebelum-menaiki-gn-rinjani-yuk-baca-ini-dulu
  • http://www.paketliburanlombok.com/mitos-dan-spots-menarik-yang-membuat-gunung-rinjani.html
Ikuti juga cerita petualangan lainnya disini:
1. Petualangan Bani dan Bon-Bon: Pantai Kura-Kura Raksasa, Pulau Lombok





0 comments:

Posting Komentar