Terbang di Empat Musim



Hai, namaku Vanessa. Aku adalah kupu-kupu yang sejak kecil sering Mama sebut si ‘kecil-kecil cabe rawit’. Hmm... kenapa tidak sebut saja aku ‘si kecil-kecil syantik’, ya. Aku kan memiliki sayap transparan yang unik dan cantik. Lihat, sayap-sayapku berwarna bening kuning emas . Cantik, bukan?

Mama bilang seperti tadi katanya bukan tanpa alasan. Menurut Mama, itu karena aku adalah kupu-kupu jagoan yang selalu berani. Walau badanku kecil tapi aku hebat untuk terbang berpetualang. Seperti yang kulakukan di sepanjang tahun ini. Aku berani menerima tantangan Mama.

Semua bermula saat aku melihat sebuah gambar yang terbang terbawa angin ke arahku. Aku bertanya pada Mama tentang gambar itu.


Mama bilang, untuk tahu jawabannya aku harus ikut terbang jauh. Tentu saja aku mau. Aku berani. “Aku adalah Vanessa cardui si painted lady, kupu-kupu yang memiliki kemampuan terbang jauh!” teriakku pada Mama. Aku percaya diri.
***
Petualanganku dimulai di Negeri Tirai Bambu, Cina. Mama mengajakku bermain di suatu taman dengan banyak pohon indah di dalamnya. Aku senang sekali bermain-main di sana. Aku terbang meliuk-liuk di antara pepohonan dengan daun-daun yang mulai berguguran. Suasananya bernuansa jingga. Pemandangan yang indah.

Mama bilang saat itu adalah sedang musim gugur. Dedaunan sedang berganti warna, mereka sedang siap-siap menyambut musim dingin yang akan datang.



Musim gugur adalah musim istimewa. Aku juga bisa ikut menikmati festival musim gugur yang biasa dirayakan warga Tiongkok (Cina). Pada perayaan ini, tradisi khas mereka adalah memakan kue bulan. Kata Mama, Keluarga-keluarga di Tiongkok biasanya akan berkumpul menikmati makan malam sambil memandangi bulan purnama pada malam festival musim gugur.
***

Perjalanan berikutnya, aku harus bersiap-siap melewati musim dingin. Aku dan Mama menghabiskan waktu ini di Negeri Ginseng, Korea Selatan. Apa yang seru saat menikmati musim dingin? Di sini aku bisa bertemu salju di mana-mana. Aku juga melihat anak-anak dengan serunya membuat boneka salju. Bermain-main dengan salju terlihat sangat menyenangkan. Tapi sayangnya, aku tak bisa lama-lama bermain. Mama bilang, kupu-kupu tidak akan kuat terbang lama jika kedinginan.


 ***

Berikutnya, Mama mengajakku terbang ke Jepang. Negeri ini dikenal juga dengan julukan Negeri Matahari. Aku berkunjung ke sini saat di antara musim dingin dan panas. Namanya, musim semi. Disini, akhirnya aku bisa melihat sakura dan bunga-bunga cantik bermekaran. Walaupun di awal musim semi cuaca masih cukup dingin. Akan tetapi, masuk pertengahan musim langit mulai cerah, bersih, dan cukup hangat. Aku bisa terbang lebih bebas.


Aku masih di Negeri Sakura saat akhirnya musim panas tiba. Pada musim panas pun, Jepang memiliki pesona dan keindahannya tersendiri. Oh ya, aku sempat bermain di antara pohon-pohon bambu yang dihiasi warga di sana. Aku juga melihat mereka menulis sesuatu di selembar kertas. Lalu mereka melipat dan menggantungkannya di pohon bambu itu. Mama bilang mereka sedang merayakan Festival Tanabata musim panas. Masyarakat jepang meyakini jika mereka melakukan ritual tadi, keinginan mereka akan terwujud.


***
Aku senaaaang sekali. Aku berterima kasih pada Mama karena sudah mengajakku berkelana mengenal musim-musim dan tradisi yang sebelumnya tidak pernah aku jumpai. Aku tersenyum melihat kembali gambar yang dulu menghampiriku. Sekarang aku mengerti cerita di balik gambar tesebut. Aku juga berbisik padanya, "Hei, aku juga sudah terbang melewati empat musim ajaib itu".














0 comments:

Posting Komentar