8 nasihat Al-Ghazali: O Beloved Son!

8 nasihat Al-Ghazali: O Beloved Son!

foto: pinterest.com

Beberapa nasihat ini diambil dari buku O Beloved Son, dengan judul asli kitab Ayyuhal Walad.  Sekilas tentang kitab ini.  Kitab Ayuhhal Walad merupakan kitab kecil yang dibuat seorang guru, sang Hujjatul islam, Imam Al-Ghazali untuk memenuhi permintaan salah satu murid kesayangannya ketika ia hendak berpamitan kepada sang guru setelah sekian lama belajar dan mempelajari berbagai disiplin ilmu. Saat mendatangi sang Guru ia memohon ‘fatwa’, meminta nasihat wada’ (nasihat perpisahan) secara tertulis.

Al-Ghazali mengabulkan permintaannya. Ia menulis baris-baris nasihatnya dengan begitu indah. Semua diawali dengan kalimat ‘Ayyuhal Walad’…”Wahai Anakku”…Wahai Ananda tercinta”. Sebuah frasa yang menunjukkan bagaimana kedekatan seorang guru dan murud layaknya seorang ayah dengan anaknya. Secara tidak langsung, Al-Ghazali pun mengajarkan bagaimana adab ketika memberikan nasihat. Dengan panggilan yang baik, dengan cara lembut, berharap nasihat akan lebih dapat tenang diterima. Dan tak lupa, di bagian akhir Sang guru mendoakan kebaikan untuk muridnya.
Beberapa nasihat yang ia tulis, di antaranya

1.“Wahai Anakku!
Salah satu nasihat Rasulullah Shallallahu alihi wasallam kepada umatnya ialah seperti yang disabdakan beliau,

“Tanda Allah berpaling dari seorang hamba ialah jika ia sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna baginya. Sesungguhnya seseorang yang melewatkan sesaat saja dari usianya untuk sesuatu yang tidak ia jadikan Allah untuk mengerjakannya, maka ia layak untuk sangat menyesal. Dan siapa yang telah berusia empat puluh tahun lebih, namun amal kebajikannya tidak dapat mengalahkan amal keburukannya, sebaiknya ia bersiap-siap untuk ke neraka.”

Nasihat ini rasanya cukup bagi orang-orang yang berilmu.

2. Wahai Anakku!
Nasihat itu mudah, yang sulit ialah menerimanya. Sebab, bagi mereka yang suka berkubang dalam lumpur nafsu, nasihat itu terasa pahit di hati.

3. Wahai Anakku!
Selama engkau tidak beramal, tentu tak ada pahala bagimu.

4. Wahai Anakku!
Sudah berapa malam engkau lewatkan untuk begadang, demi mempelajari ilmu hingga kamu tidak sempat berisitirahat tidur? Aku tidak tahu, apa yang mendorongmu demikian. Bila itu engkau lakukan demi memperoleh kemuliaan duniawai, maka celaka dan celakalah engkau. Jika semua engkau jalani demi menghidupkan serta mengamalkan syariat nabi maka sungguh beruntunglah engkau. 

5. Wahai Anakku!
Kalau ilmu saja sudah engkau anggap cukup tanpa perlu amal, berarti percuma saja para malaikat menyeru atas perintah Allah, 
“Adakah orang yang memohon? Adakah orang yang meminta ampunan? Dan adakah orang yang bertobat?

6. Wahai Anakku!
Telah diriwayatkan bahwa Lukman al-Hakim menasihati putranya. Ia berpesan “Wahai putraku, jangan sampai seekor ayam lebih pintar daripada engkau. Yaitu, ia sudah berkokok di waktu subuh sementara engkau masih tidur nyenyak”.

7. Wahai Anakku!
 Inti dari ilmu ialah ketika kamu mengetahui apa itu makna ketaatan dan ibadah.

8. Wahai Anakku! 
Jadikan ucapan dan tindakanmu sesuai dengan tuntutan syariat. Sebab ilmu dan amal tanpa mengikuti syariat itu sesat.




14 komentar:

  1. Masyaa Allah, tertampar saya Mbak...

    BalasHapus
  2. Masya Allah benar-benar nasihat yang tepat dan bermanfaat.
    Terima kasih sudah diingatkan akan nasihat ini, Mbak , bisa jadi pengingat diri dan bekal mendidik anak-anak kini.

    BalasHapus
  3. Masya Allah nasihat yang luar biasa. Semoga kita dan anak keturunan semua bisa memanfaatkan waktu sebaik2nya untuk hal yang bermanfaat...

    BalasHapus
  4. subhanallah, makasih banyak mbak sudah mengingatkan, semoga saya bisa menjadi hamba yang lebih baik, aamiin

    BalasHapus
  5. Paling ngena di nasehat yang kedua,semoga kita semua termasuk orang orang yang bisa menerima nasehat. Tidak buta mata dan buta hati

    BalasHapus
  6. Nasihat terselubung, jadinya tidak terkesan menggurui. Kalau dipikir-pikir bener juga, jangan kalah sama ayam

    BalasHapus
  7. Bagus ya mba bukunya. Jadi tertarik cari nih. Makasih ya mba sharingnya.

    BalasHapus
  8. Terima kasih untuk sharingnya, mbak :)
    sangat membantu dan bermanfaat :)

    BalasHapus
  9. Nasehat yang luar biasa untuk kaum muda ya mba. Semoga generasi penerus kita nanti bisa menjadi orang-orang berakhlak mulia. Dan tugas kita mendidik mereka dengan cinta.

    BalasHapus
  10. Jleb mbak..
    JAzaakillaah atas tulisannya.
    mengingatkan kembali akan pentingnya nasihat

    BalasHapus
  11. Menghitung tahun menuju 40 tahun. Menyiapkan diri melakukan perbuatan baik jauh lebih banyak dari yang sebaliknya. Itu juga kalau Allah masih memberikan usia. Duh, jazakillah Mbak untuk pengingatnya.

    BalasHapus
  12. Terima kasih sudah diingatkan dengan nasihat indah via Imam Al Ghazali ini. Indah sekali panggilannya: wahai anakku. Insya Allah akan saya teruskan nasihat ini kepada anak saya juga

    BalasHapus
  13. Petuah yang bijak, semoga bisa diterapkan kepada anak2 kita yaa.. Aamiin..

    BalasHapus
  14. Mbaaaa, aku suka bangeeeeeeettt sama artikelnya. Sering2 ikut ngelist yaa, biar aku terpaksa baca nasihat. Makasih udh share yaaa.

    BalasHapus