Apa itu Stunting? Yuk, Cegah dengan mengoptimalkan 1000 Hari Pertama Kehidupan Ananda!

Apa itu Stunting? Yuk, Cegah dengan mengoptimalkan 1000 Hari Pertama Kehidupan Ananda!

Foto: medium.com

“Global Nutrition Report tahun 2014 menunjukkan Indonesia termasuk dalam 17 negara, di antara 117 negara, yang mempunyai tiga masalah gizi yaitu stunting, wasting dan overweight pada balita.”

Menyoroti masalah stunting, rupanya ini masih menjadi masalah utama kesehatan gizi anak di Indonesia. Sebagaimana hasil riset kesehatan dasar (Riskedas) tahun 2013 yang mencatat bahwa prevalensi stunting nasional  mencapai 37,2 %, meningkat dari tahun 2010 (35,6%), itu artinya sudah di atas standar yang ditetapkan WHO, dimana prevalensi balita pendek (stunting) menjadi masalah kesehatan masyarakat jika prevalensinya 20% atau lebih.

Sebenarnya apa itu stunting? Apakah sangat berbahaya?
Stunting, atau mudahnya dikenal dengan istilah ‘balita pendek’, merupakan masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun.

Apakah hanya karena bertubuh pendek, jadi masalah? Nah, ini justru masalahnya. Kebanyakan orang tua masih abai dan tidak begitu memperhatikan pertumbuhan tinggi anak. berbeda jika sedang membicakan tentang berat badan (BB) anak. Bukan begitu? Apalagi jika merasa orang tuanya pun bertubuh pendek, rasanya itu bukan masalah. Padahal faktor genetik atau keturunan hanya berperan sedikit sekali pada masa awal-awal kehidupan. Ya, tidak selalu yang bertubuh pendek pasti stunting, tapi yang mengalami stunting dapat terdeteksi dari tubuhnya yang pendek. 

Seberapa bahayanya? bisa kita dari dampak yang bisa ditimbulkan. Apa saja?
Dampak buruk yang dapat ditimbulkan oleh stunting digolongkan menjadi dua macam,

Jangka pendek
Terganggunya perkembangan otak dan kecerdasan
Gangguan pertumbuhan fisik
Gangguan metabolisme dalam tubuh 

Jangka panjang 
Menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar 
Menurunnya kekebalan tubuh sehingga mudah sakit
Resiko tinggi untuk munculnya penyakit diabetes, kegemukan, penyakit jantung dan pembuluh darah, kanker, stroke, dan disabilitas pada usia tua

Menjadi fatal lagi karena efek dari semua itu bisa mempengaruhi produktivitas sumber daya manusia yang akan menurunkan daya saing bangsa. Bukankah itu mengerikan?

Lalu, bagaimana kita mengenali gejala stunting? Cek infografis berikut,

Foto: indonesiabaik.id

Sudah saatnya kita aware dengan problem kesehatan ini. Yuk, pantau pertumbuhan dan perkembangan anak dengan seksama. Apakah kita bisa cegah? Tentu saja. salah satunya adalah dengan memberikan intervensi gizi spesifik pada 1000 hari pertama kehidupan anak.

Pernah mendengar istilah 1000 hari pertama kehidupan anak (HPK)

Foto: sarihusada.co.id

1000 HPK merupakan masa awal kehidupan yang dimulai saat di dalam kandungan sampai dua tahun pertama setelah kelahiran. 1000 HPK merupakan periode emas seorang anak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Dikatakan bahwa intervensi gizi spesifik dalam masa 1000 Hari Pertama Kehidupan ini dapat mengurangi 30% gejala stunting. 

Apa yang bisa dilakukan dalam masa 1000 HPK?

Masa kehamilan
Pada masa ini, perhatian bisa difokuskan pada pemenuhan kebutuhan zat gizi bagi ibu hamil. Ibu hamil harus mendapatkan makanan yang cukup gizi, suplementasi zat gizi ( zat besi atau Fe), tidak kekurangan iodium,  dan terpantau kesehatannya. Namun, faktanya kepatuhan ibu hamil untuk meminum tablet tambah darah hanya 33%. Nah, bagi para Bumil, lebih disiplin yuk! Berikan yang terbaik untuk kehidupan dan masa depan sang buah hati.

Masa Menyusui Anak 0-6 Bulan
Usahakan untuk melakukan Inisiasi Menyusi Dini (IMD) dan pemberian ASI Eksklusif (selama 6 bulan)

Masa Menyusui Anak 7-24 Bulan
Pemberian MP-ASI berkualitas di atas usia 6 bulan hingga 23 bulan, imunisasi lengkap, pemantauan pertumbuhan anak di posyandu, pencegahan dan pengobatan diare dan malaria.

Foto: indonesiabaik.id

Selain pemberian nutrisi terbaik, pola hidup bersih dan fasilitas sanitasi yang baik juga merupakan bagian dari upaya pencegahan stunting. Sanitasi dan kebersihan akan berpengaruh pada pertumbuhan anak yang sempurna. Ibu hamil dan anak perlu hidup dalam kondisi lingkungan yang bersih. Dua hal yang bisa dilakukan dengan mudah untuk memutus rantai sanitasi yang buruk adalah dengan tidak buang air besar sembarangan dan mencuci tangan dengan sabun.

Waspada Stunting!
Optimalkan 1000 Hari Pertama Kehidupan Ananda demi Masa Depan Keluarga dan Bangsa. 

Referensi:

Buku Saku Stunting Desa, diakses di http://siha.depkes.go.id/portal/files_upload/Buku_Saku_Stunting_Desa.pdf

https://www.mca-indonesia.go.id/assets/uploads/media/pdf/MCAIndonesia-Technical-Brief-Stunting-ID.pdf




0 comments:

Posting Komentar