Andai Kamu Tau, Ola!


www.pexels.com

Cerita oleh Mira Humaira

Namanya Ola. Seekor anak koala yang aktif dan lincah. Ia senang bermain, melompat-lompat di pepohonan, bahkan sedang berjalan pun dia biasa sambil berjingkrak-jingkrak. Gak bisa diem!

Ola memang periang tapi juga cerewet. Saat bicara ia kadang seenaknya. Ola sering mengejek yang lain sambil tertawa terbahak-bahak.Tidak jarang, ia membuat teman-temannya tak nyaman. 

Pada suatu hari, Ola sedang berjalan menyusuri hutan buah. Ia baru saja pulang dari rumah Paman Koko. Di tengah perjalanan, Ola bertemu dengan Mon-mon, seekor monyet dengan ekor yang panjang. Mon-Mon tampak menggantung dan meloncat dari dahan pohon satu ke yang lainnya, seperti sedang atraksi. Mon-mon memang dikenal seekor monyet yang terampil.

Namun, tiba-tiba...
Krek! Brug! Bam! 
Terdengar suara patahan dahan pohon.

Ola yang sedang memperhatikannya langsung menghampiri. Alih-alih membantu Ola malah menertawakannya.

“Hahaha… katanya paling terampil dan keren di hutan ini, lah kamu bisa teledor dan jatuh juga, Mon? Hahaha… payah!”

Mon-mon tampak kesal tapi ia tidak punya waktu meladeni Ola. Saat itu Mon-mon sedang terburu-buru. Mon-mon segera membereskan buah-buah yang terserak dan memasukkan kembali ke kain buntelannya. Mon-mon pun memutuskan untuk berjalan saja, tidak lagi menggelantung lewat pepohonan, khawatir barang bawaannya jatuh dan berantakan lagi.

Untuk sampai ke rumahnya, Ola juga harus menyebrangi sungai. Sekalian beristirahat, ia duduk-duduk di bebatuan pinggir sungai. Setelah meneguk air minum dari tumblr-nya, Ola melihat beberapa ikan yang muncul ke permukaan air. Mereka terlihat kewalahan. Mulut ikan-ikan itu terbuka dan tertutup dengan cepat.

Lalu tiba-tiba saja Ola berkata, “Hai ikan-ikan...kalian aneh. Tempat kalian di air, tapi untuk berenang saja kalian seperti kesulitan. Aku perhatikan kalian tidak menyelam ke dalam sungai. Haha kalian payah!” seru Ola mengejek lagi. Ia langsung berdiri kemudian melanjutkan kembali perjalanannya.

Frogy, seekor katak hijau bermulut merah, geleng-geleng kepala melihat kelakuan Ola. “Hmm… Andai kamu tahu, Ola!” gumam Frogy.

Lalala...lalala…
Dubidam..dam...dam..
Dubidubidaaam…
Aku Ola, si koala periang
Siapa pun pasti senang
Dengan koala periang.

Ola menikmati hari yang sudah mulai sore dengan bernyanyi-nyanyi sambil menggerak-gerakkan tangannya. Sampai akhirnya ia menyudahinya karena mendengar suara burung-burung yang saling bersahutan, sedikit berisik. Dilihatnya Raka, seekor anak burung rangkong yang terbang tidak jauh darinya. 

“Hai, Raka, kalian berisik sekali,” teriak Ola dari bawah pohon ketapang.

“Maaf, aku sedang panik!” seru Raka. Ia tempak terbang tak tentu arah. Matanya tidak fokus. Bahkan kepakan sayapnya pun tak beraturan.

“Kamu seperti ketakutan, kamu kan burung rangkong yang terkenal gagah. Sekarang, kamu terlihat payah!” lagi-lagi Ola berbicara seenaknya.

Boom!!!
Tiba-tiba terdengar suara menggelegar. 
Hah, itu petir? kata Ola dalam hati, Oh tidak, … atau suara senapan, ia bertanya-tanya.

Ola yang mulai merasakan ketakutan saat itu mendongak ke atas melihat Raka yang sudah terbang menjauh diikuti kawanan burung rangkong lainnya.

“Oh tidak. Pemburu!” Ola berteriak, tanpa berpikir lama ia langsung berlari ketakutan.
Ola memanjat pohon, menggelantung, berlari lagi, melompat dengan sigap. Ia berusaha tidak bertemu dengan satu dua atau banyak manusia yang menyeramkan. Tapi akhirnya,
Bug!
Ola terjatuh, tubuhnya menggelinding.
Brak!
Kepala Ola terbentur patahan batang kayu yang keras.
***

“Papa…!”
Ola tersadar. Ia langsung mencari Papa. namun, tangan Mama yang menggapainya. Satu tangan membelai kepala Ola, satunya memberi tanda untuk menutup mulut.

Mata Ola terbelalak. Ia sadar saat itu suasana sedang mencekam.
“Kita harus segera pergi dari sini, Ola!”
“Keni, kau harus bersiap juga,” perintah Mama pada kakak Ola.
“Papa?”
Mama hanya menggelengkan kepala dan menahan sesak. “Tidak ada waktu untuk menangis sekarang, Ola. kita pergi!”

Ola tidak percaya. Ia ingin berteriak, “Papa!". Namun, Ola hanya bisa memanggil Papa pelan dengan suara lirih. Ola menahan air matanya saat berlari bersama Mama dan Keni.

Suasana semakin membingungkan saat ia melihat teman-teman binatang lainnya pun sedang berlarian. Ada yang jatuh, terjerembab, menabrak pepohonan, terguling, dan tertinggal dari keluarganya sendiri. 

Ola meringis. Kali ini ia tidak bisa tertawa. Tidak ada kesempatan untuk mengejek. Ola pun kini semakin ketakutan. 

Frogy melihat Ola dari kejauhan.
“Andai kamu tau, Ola”
Saat kau bertemu Mon-mon. Ia sedang panik karena adiknya sakit dan tidak bisa mendapatkan makanan karena hutan tempat tinggalnya habis terbakar oleh para-para penguasa. Mon-mon terburu-buru mencari dan membawa makanan untuk adiknya agar bisa bertahan hidup.

“Andai kamu tau, Ola”
Ikan-ikan yang kau temui kemarin. Mereka sedang mempertahankan nafas hidupnya. Mereka sedang sekarat kehabisan oksigen karena air sungai hampir sepenuhnya tercemari limbah yang dibuang manusia tanpa merasa berdosa.

“Andai kamu tau, Ola”
Tadi Raka sedang ketakutan karena ayahnya baru saja kehilangan paruh tanduk istimewanya gara-gara manusia-manusia serakah yang melakukannya demi uang. Mereka membuat keluarga Buceros menderita. Mereka akan terus mengejar. Sungguh, semua itu sangat menakutkan.

***

We need, in a special way, to work twice as hard to help people understand that the animals are fellow creatures, that we must protect them and love them as we love ourselves.
-Cesar Chavez-



14 komentar:

  1. Seandainya kamu tahu Ola ... Ceritanya bagus banget mba... Aku gak bisa menebak tadi pas konflik pertama, pesan moralnya juga bagus.

    BalasHapus
  2. Endingnya nggak ketebak. Kereen..semangat ya mbak nulis cernaknya.

    BalasHapus
  3. Keren...bikin cerita anak itu sulit. Saya engga bisa.
    Bagus banget kisah Ola. Pesan moralnya dapet...

    BalasHapus
  4. Ceritanya bagus mbak, inspiratif. Pesannya dapat.

    BalasHapus
  5. Wah mantab ceritanya pasti anak-anak suka. Selain menarik ada banyak hikmah yang bisa diambil dari si ola ini

    BalasHapus
  6. Saya bacanya enggak mau berenti, tulisanya bagus, mengalir dan bikin penasaran. Andai kamu tau ola, bisa dibuat cerita bergambar nih bun. Ayoo dibuat!

    BalasHapus
  7. Andai Kamu Tahu Olaa..
    Saya suka sekali dengan cerita ini Mbak..
    Ngalir banget dan bikin kaget di endingnya!
    Saya tunggu cerita menarik lainnya:)

    BalasHapus
  8. Seandainya kamu tahu, Ola. Sejak awal membaca aku penasaran, apa gerangan kejadian yang akan membuatmu terlepas dari kesombongan. Yaaah, tapi Ola jadi kehilangan papanya? Yang sabar ya, Olaaa ...

    BalasHapus
  9. Ya Allah...bisa ngerasain gimana jadi binatang yang didzalimi manusia...mereka juga punya hati meski enggak seperti manusia..

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  11. Nggak ketebak, keren! Nggak nyangka aku endingnya bakalan kayak begini. Bagus Mbak.

    BalasHapus
  12. Syedihnya. Manusia kadang bs sangat jahat ya

    BalasHapus
  13. cernaknya bagus. sederhana, runtut. ola itu ternyata koala. senang dengan cernaknya

    BalasHapus
  14. Senang baca cerita anak, polos dan mudah dicerna. Tapi saya belum bs nulis cernak hehe..keren mb cerita tentang Ola si Koala...

    BalasHapus