Bila, Bintangnya Baca Buku

pinterest.com


Basa-basi dulu nih!

Hiyaap! 
Postingan cerita anak pertama di tahun baru nih. Jadi ceritanya, mulai menantang kembali diri sendiri untuk bisa latihan menulis cerita anak setiap hari. Untuk idenya, kali ini aku udah tulis sebanyak 30 karakter tokoh dan 30 kata sifat atau kata kerja. Setiap harinya, aku akan mengundi kata-kata tersebut. Mana yang keluar, itu yang akan jadi tema untuk cerita anak pada hari tersebut. Nah, untuk hari pertama ini dua kata undian yang keluar adalah 'Bintang Laut' dan 'Membaca'
So, siap langsung eksekusi deh ceritanya.


Cerita oleh Mira Humaira

Semua anak-anak penghuni laut dalam Wakatobi suka baca buku.
Ada Encum, si cumi-cumi yang hobi baca buku antariksa.

Ada Kara, kerang laut yang pendiam tapi hobi baca buku komedi.

Ada Kudit, kuda laut yang asyik kalau sudah baca buku tentang olah raga.

Ada Moi, panggilan akrab Anemon, yang suka buku-buku dongeng.

Juga lainnya. Hampir semuanya yang kutemui di sana senang membaca. Mereka masing-masing membawa buku kesukaannya ke mana pun mereka pergi.

Tapi…
Aku melihat hanya satu yang tak pernah membawa buku. Dia Bila, bintang laut merah yang sukanya menari.

“Kamu cuma bisa sibuk menari, ya, Bila?”

“Memangnya kenapa?”

“Aku tidak pernah melihatmu membawa buku dan membaca,” ucapku berani. “Atau kamu memang tidak suka baca, ya, lihat seperti yang lainnya?” 

Bila terdiam. Tidak lama terdengar suara Bila terisak-isak.

“Asal kamu tahu, Kori. Aku sangat suka sekali membaca,” Bila memandangku tajam walau ada air mata di sudut matanya.

“Aku tidak pernah melihatnya,” jawabku memandang balik matanya. 

Tapi tiba-tiba Bila berlalu begitu saja tanpa menanggapi perkataanku.
***
Tidak lama kemudian, aku berjumpa dengan teman-temanku.

“Hai, Encum, Kudit, Kara, Moi…”
Aku menyapa mereka yang sedang berjalan bersama. Mereka adalah teman-teman yang pertama kali aku kenal di sini sejak kepindahanku dua pekan lalu.

“Kori, apa kamu tadi membuat Bila marah?” Mereka kompak bertanya padaku.

“Oh, apa dia benar-benar marah? Aku hanya bertanya kenapa dia tidak pernah membawa buku seperti kalian”

Encum, Kudit, Kara dan Moi tiba-tiba mengubah ekspresi wajahnya. Mereka tampak kecewa.

“Ssst… jangan membuatnya sedih,” tukas Moi.

“Kamu tahu, Kori? Bila adalah juaranya baca buku di sini, Bila terkenal paling rajin,” sambung Kara.

Aku tidak percaya.

“... Iya, tapi itu sebelum kejadian mengerikan menimpa taman bawah laut, ” tambah Kudit.

“Apa yang terjadi?” Aku penasaran.

“Sebuah kapal besar menghantam taman dasar laut kami. Bila ada di sana saat itu,” jawab Kara dengan nada sedih.

“Kejadian itu membuat mata Bila rusak. Malah, hampir saja ia kehilangan kedua matanya,” cerita Kudit.

“Ia tak bisa lagi membaca,” Encum berkata sedih.

“Padahal itu adalah kesenangannya,” lanjut Moi mengingat masa-masa sebelum itu.

“Oh , Bila!” Aku mulai merasa bersalah.

“Sejak saat itu, Bila menyibukkan dirinya dengan berlatih menari,” ujar Kara.

“Eh tapi... Bila tetap bisa membaca bukunya,” seru Kudit membuat suasana kembali ceria.

"Hah?!" Lagi-lagi aku penasaran.

“Iya, kau lihat, Kori, Bila selalu menggunakan headset, bukan?” tanya Encum meyakinkanku.

Aku mengangguk. “Dia suka mendengarkan musik juga?” Aku bertanya masih belum paham.

“Tidak, ia sedang mendengarkan suara ibunya. Ibunya membacakan buku untuknya setiap hari lewat rekaman,” jawab Encum.

“Bila memang tidak bisa jauh dari buku,” Kara tersenyum.

“Bagi kami, Bila tetap bintangnya kalau urusan baca buku sekalipun ia tidak membacanya sendiri,” kata Moi bangga.

“Aku salut pada Bila,” mata Kara berbinar.

“Kamu sendiri bagaimana, Kori? Sejak kamu tinggal di sini kamu juga jarang terlihat membaca,” tanya Kudit mulai membuatku salah tingkah. Perkataan Kudit memang tidak salah. 

“Ayo, Kori. Selagi matamu masih sehat, ayo baca buku. Sayang loh, kalau cuma dipakai main game saja, hihihi...” Kara tertawa kecil dan jelas membuatku malu. Rasanya aku mau langsung bersembunyi di balik tempurungku.

Hehehe kalian… Iya iya aku malu sama Bila,” Aku menggaruk-garuk kepala yang tidak gatal sama sekali. 

Aku malu tapi saat itu juga aku jadi bersemangat. Aku juga mau lebih rajin membaca buku. Tapi sebelum itu, aku akan meminta maaf pada Bila terlebih dahulu. 





14 komentar:

  1. Wah keren mba, menantang diri untuk menulis cerita anak selama 30 hari. Idenya pun sangat menarik. Suka...sukses terus ya mba 😊

    BalasHapus
  2. Kereeen ini mbak Mira, jago ngefiksi cerita anak nih
    Semangat terus..ditunggu cerita lainnya ya

    BalasHapus
  3. Those who judge will never understand and those who understand wull never judge. Mgkin itu moral of the storynya ya... Keren mba ceritanya.

    BalasHapus
  4. Keren iiiih. Aku paling macet kalo suruh nulis cerita anak.
    Triknya gitu yaa. Bikin karakter dijodohkan dengan kata sifat atau kata kerja.
    Sip...

    BalasHapus
  5. Wow, masyaallah kereen, produktif banget mb, wah, boleh ya, nyontek metodenya. Membuat 30 kata sifat, dan mengundinya. Wah, sip iki. Terimakasih mb sharingnya.

    BalasHapus
  6. Bisaaa aja ya idenya. Pengin bikin juga kayak gini. Biar terasah lagi keterampilan menulis cerita anak.

    BalasHapus
  7. Ahhh keren mba Mira... baru tahu bisa nulis cerita anak.

    BalasHapus
  8. Woow...keren Mba, 30 hari bikin cerita anak?...sukses yq Mba

    BalasHapus
  9. Wah, bagus nih ceritanya mbak, semoga bisa memitifasi anak untuk rajin membaca ya

    BalasHapus
  10. Keren idenya, Mbak. Menyandingkan kata sifat dan kata kerja. Eksekusi ceritanya dan pesan moralnya bagus juga. Saya masih angin-anginan bikin cerita anak, nih. Sebenernya suka juga, sih. Lanjuuut, Mbak :)

    BalasHapus
  11. Wah...keren ceritanya. Tak terasa mata saya berkaca-kaca saat tahu bila mendengarkan ibunya membaca lewat headset. Mbak Mira dpt ide darimana? Keren banget eksekusinya

    BalasHapus
  12. Keren.. Saya mah susah bikin cerita. Ini kayak ngalir gitu. Bagus nih

    BalasHapus
  13. Wahhh mantap deh cernak nya. Aq belum pernah nulis cerita anak. Keren mba, sukses yaaa

    BalasHapus
  14. Wahhh mantap deh cernak nya. Aq belum pernah nulis cerita anak. Keren mba, sukses yaaa

    BalasHapus