Poppy juga Bisa!


pinterest.com

Cerita oleh Mira Humaira

“Ini kue yang sungguh lezat, Ponty!” ucap Ayah.
“Kau sudah berusaha dengan baik, Sayang. Kue ini sangat enak!” kata Ibu.

Mereka memuji Kak Ponty malam itu. Kak Ponty memang selalu bisa melakukan banyak hal. Ia pandai membersihkan dan menata kamar, mengerjakan tugas sekolah, bahkan memasak dan membuat kue. Kak Ponty juga memiliki sayap yang lebih lebar dan berwarna. Ia terlihat sangat cantik.

Sedangkan aku, aku kecil dan tidak lebih berwarna. Walaupun Ibu selalu bilang sambil tersenyum bahwa aku ‘hanya’ masih kecil. Tapi aku juga ingin segera seperti Kak Ponty. Melakukan banyak hal dengan pandai. Nanti, ayah dan ibu akan memuji dan bangga padaku. Itu pasti akan membuatku senang!

Hmm… baiklah, aku harus buktikan bahwa aku juga bisa membuat kamarku terlihat indah seperti kamar Kak Ponty. Aku akan melakukannya sendiri. Lihat saja nanti pasti mereka terkejut melihat hasilnya.

Hal pertama yang akan kulakukan adalah memasang lampu hias di dinding tepat di atas tempat tidurku. Baiklah, aku akan memulainya.
Tidak lama kemudian.
“Aaawh! Aduh…!”

Oh tidak, aku berteriak terlalu kencang. Ibu dan Kak Ponty pasti akan segera datang.

“Kenapa, Poppy?” Ibu panik bertanya padaku.
Aku menunjuk pada jalinan kabel lampu di sampingku.

“Kamu kesetrum, Poppy. Apa yang kau lakukan dengan lampu-lampu ini?” tanya Kak Ponty sambil membereskannya.

“Aku ingin membuat hiasan lampu seperti di kamarmu, Kak!”

“Kau bisa minta bantuanku, Poppy!” jawab Kak Ponty dengan tulus.

Aku mengangguk pasrah. Aku malu. Tadinya aku ingin menunjukkan kalau aku mampu melakukannya sendiri.
***
Keesokan hari. Aku ingin mencoba membuat kue nektar sendiri. Kue nektar adalah kue  favorit keluarga kupu-kupu. Kalau aku bisa membuatnya sendiri, itu akan membanggakan sekali, bukan? Baiklah, aku akan bersiap-siap.

Namun, tidak lama kemudian.
Brak! Byuuur! Trang… treng!

Oh tidak, baru saja aku akan memulainya.
Semua bahan kue nektar tumpah mengenai tubuh dan sayapku. Semuanya berantakan. Aku mengacaukan lagi semuanya.

“Apa kau baik-baik saja, Poppy?” Ibu segera menghampiriku.

Aku tak bisa menahan tangis. “Maafkan aku, Ibu”

“Poppy mau kue nektar, ya? Nanti Ibu bantu buatkan, ya!” kata Ibu sambil membersihkan tubuhku dari madu nektar yang lengket.

Lagi-lagi aku tidak bisa menunjukkan bahwa aku mampu melakukannya sendiri.
***
Hari sudah kembali berganti. Walaupun hari-hari kemarin begitu memalukan bagiku, namun aku tetap ingin bersemangat hari ini. Apalagi aroma sup bunga daisy bikinan ibu sudah menyebar ke rongga hidungku. Sungguh menggugah selera!

Di tengah suasana yang hangat, dengan lantang aku meminta sesuatu kepada Ayah. “Yah, bisa aku minta tugas sekolah?”
Seketika mereka tersenyum geli. Aku bingung. Apa yang salah dengan permintaanku.

“Tugas? Hmm, kau sudah tak sabar ingin segera bersekolah, Poppy?” Ayah malah balik bertanya sambil tersenyum. Aku bingung.

Oh tidak, pasti gagal lagi. Tadinya aku ingin terlihat keren di depan Ibu dan Ayah  kalau aku juga pandai dan bisa menyelesaikan tugas sekolah seperti Kak Ponty.
***
Setelah kejadian itu, aku merasa malu tidak bisa melakukan banyak hal sendiri. Di saat aku murung seperti ini, tiba-tiba Ibu menghampiri dan membelaiku. 
“Apa kau baik-baik saja, Poppy. Kau sedang melamun?”

Aku tidak bisa menyembunyikan apa pun dari ibu. Aku pun bercerita tentang keinginanku. Aku ingin bisa melakukan semua yang bisa dikerjakan Kak Ponty. 

“Kak Ponty kan keren, bisa melakukan semuanya dengan baik”

Tiba-tiba ibu memandangku, ia tersenyum. “Selama ini, bukankah Poppy juga melakukan semuanya dengan baik?”

Aku kembali memandang ibu, “Tapi Poppy tidak bisa menghias kamar sendiri seperti Kak Ponty”

“Bukankah Poppy sudah bisa membereskan tempat tidur sendiri? Poppy juga selalu membereskan mainan ke tempat semula, dan tidak melempar baju sembarangan di kamar. Poppy hebat, loh, melakukannya semua dengan baik. Kamar Poppy selalu bersih,” jelas Ibu. 

Entah kenapa aku jadi kembali bersemangat mendengarkannya.

“Ada beberapa hal yang mungkin belum bisa Poppy kerjakan sendiri, Poppy boleh minta bantuan orang lain, kok. Itu bukan berarti Poppy tidak keren. Nanti kalau Poppy sudah besar dan sudah tahu bagaimana caranya, Poppy pasti bisa memasang hiasan lampu sendiri,” tambah Ibu.

“Benarkah, Bu?
Aku senang. Kata Ibu, aku juga bisa melakukan semua dengan baik. 

Kemudian Ibu mengajakku ke dapur untuk membuat kue nektar bersama. Ibu bilang, sekarang aku hanya perlu melihat dan membantunya. Aku pun langsung membantu menyiapkan peralatannya, menyimpan sendok dan wadah kotor ke tempat cucian, membawakan lap, dan ikut mengaduk adonan nektar bersama ibu.

Sekarang aku mengerti apa kata Ibu. Apa yang bisa aku lakukan sekarang, maka lakukanlah dengan baik. Ya, aku bisa merapikan kamarku dengan baik, membantu ibu membuat kue nektar dengan senang hati, dan aku juga senang membaca buku bergambar dengan tekun seperti Kak Ponty kalau mengerjakan tugas sekolahnya. Ya, ayah dan ibu bilang, aku juga bisa melakukan semuanya dengan baik.

Baca juga cerita anak lainnya:









       




16 komentar:

  1. Nice karakter, sekolah dan bangsa butuh cerita berkarakter seperti ini tapi punya jiwa petualang inovatif

    BalasHapus
  2. Mbak Mira cerita anaknya selalu berwarna dengan aneka tema. Penokohannya pun unik dengan latar apik. Ini sudah setara penulis di media Mbak. Atau kalau enggak bikin Kumcer aja..Keren Mbak:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, Mbak Dian yang selalu bikin saya semangat menulis. Insha Allah ke depan ada niat untuk mengumpulkannya dalam sebuah buku. ini sambil latihan dulu aja, Mbak. hehe

      Hapus
  3. Cerita fabel ya? Bagus ceritanya, Mbak. Pesannya dapat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mbak. ini cerita fabel untuk anak :)

      Hapus
  4. Cerita ini khas anak-anak, ya. Ingin bisa sehebat kakaknya. Jadi ingat bungsu di rumah, nih, yang selalu menganggap kakaknya hebat dan dia nggak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak, ini memang cerita fabel yang dikemas untuk anak-anak :D

      Hapus
  5. Jadi si poppy ini merasa kalo dirinya belum melakukan hal baik yah. Pdahal poppy dan ponty kan punya karakter dan kelebihan masing-masing yah. Ini mungkin nilai yang bisa diambil jangan membandingkan kita dan orang lain yah mbak. Hehe ada kelanjutannya gak nih si poppy?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyup. Poppy ini fokusnya hanya pada kelebihan sang Kakak. Ceritanya selesai sampai di sini saja, Teh, hihi :D

      Hapus
  6. Si Poppy ini kupu-kupu yang lebih kecil gitu ya mbak?
    Hehe lucu, biar anak juga berimajinasi.
    Bagus mbak, ditunggu cerpen anak lanjutannya.��

    BalasHapus
  7. Ini mirip io deh bener. Bedanya io kan ga punya kakak, jadi bandingin dirinya sama temennya yang lebih besar aja. Ceritanya bagus nih mbak, bikin lagiiii

    BalasHapus
  8. Masyaallah bagus bun ceritanya, lucu banget karakter tokohnya. Ku baru sadar pas baca sanpe beres kalo ini fabel. Bagus bun ceritanya

    BalasHapus
  9. Harus dibukukan ini, sayang loh.

    Anak-anak kita butuh bacaan yang ringan dan penuh hikmah kayak tulisan mbak Mira. Semangat terus ya.

    BalasHapus
  10. ceritanya bagus. karakternya dapat banget. bisa jadi kumpulan cernak ini mbak

    BalasHapus
  11. Fabelnya khas anak-anak banget. Bagus, mba. Ayo, dong bikin kumcer fabel.

    BalasHapus
  12. Mba, ceritanya keren. Sudah coba kirim ke media belom? Kali aja beruntung mba.. ����

    BalasHapus