Gadis Berkupluk Merah dan Peri Sanderina

pict: clipart-library.com


Cerita oleh Mira Humaira

Siang tadi berita kontes peri sudah diumumkan. Ratu Peri memutuskan kontes peri buku akan dilaksanakan akhir pekan ini. Itu artinya, hanya empat hari tersisa untuk para peri bersiap-siap. Tentu saja, para peri berbahagia menyambut kontes tersebut walaupun mereka kini harus sibuk mempersiapkan semuanya. Ups… tapi lihat! di sudut taman istana tampak seorang peri yang sedang gelisah. Tidak seperti para peri lain yang senang dan bersemangat, ia terlihat begitu sedih. Siapakah peri itu?

Oh… Peri Sanderina namanya. Ia adalah peri buku dongeng. Kenapa ia murung dan tidak ceria?

Rupanya Peri Sanderina sedang bingung. Ia ingin sekali ikut kontes peri buku. Tapi, bagaimana caranya? Hingga saat ini, Peri Sanderina belum menemukan pasangan. Itu berarti, ia tidak bisa ikut menampilkan parade dongeng. Maka berarti, bisa-bisa kumpulan buku dongeng dimusnahkan dari istana kerajaan. Oh tidak!

“Peri Sanderina, ayolah bangun. Kau harus bergerak!”

“Apa yang bisa kulakukan, Sticky? Waktunya hampir habis. Aku belum juga menemukannya!” seru Peri Sanderina sambil terisak.

“Bisakah waktu yang sudah semakin menipis itu kau gunakan untuk berusaha sedikit lebih keras lagi, Peri Sanderina?”

Ucapan Sticky, teman baiknya itu, menggugah perasaan Peri Sanderina. Ia pun berdiri bangun.

“Oh terima kasih, Sticky. Kau berusaha membantuku.”

“Tentu saja, kalau kau hanya bersedih dan tidak mau berusaha itu sama saja membiarkan nyawaku melayang!”

Sticky adalah pembatas buku emas milik Peri Sanderina. Setiap peri buku memiliki pembatas bukunya masing-masing. Mereka adalah teman setia para peri.

Oleh karena itu, sudah menjadi tugasnya, Sticky berusaha menghibur dan memberi semangat pada Peri Sanderina. Karena bagaimana pun, ia harus ikut mempertahankan keberadaan buku dongeng. Jika buku dongeng musnah, maka ia pun ikut hilang dan mati. Itu akan sungguh menakutkan!

Di kontes peri buku, semua peri akan tampil bersama pasangannya. Pasangan mereka adalah anak-anak penggemar buku. Peri buku ensiklopedi akan tampil bersama anak yang suka dan menguasai buku pengetahuan seperti ensiklopedi. Peri buku resep akan mempertunjukkan keahliannya bersama koki cilik yang senang membaca buku resepnya. Begitu juga dengan yang lainnya. Tapi sayang, Peri Sanderina sendiri belum bertemu dengan seorang anak yang suka membaca dongeng.

Namun, dengan dorongan semangat dari Sticky, Peri Sanderina mau kembali mencari. Kali ini, ia berjalan menyusuri hutan apel hijau.

“Kita sudah berkeliling sejak tadi, Sticky. Kita istirahat saja dulu!” Peri Sanderina sudah merasa lelah. Sambil menyandarkan tubuhnya ke pohon, Peri Sanderina menggigit beberapa buah apel yang tergeletak di dekatnya.

“Hai, kau memakan apelku!” seru tiba-tiba seorang anak perempuan berkupluk merah.

Peri Sanderina dan Sticky terkejut. “Oh… maafkan aku. Aku tidak tahu apel ini ada pemiliknya,” ujar Peri Sanderina.

“Kau harus membayarnya!” seru anak perempuan itu sinis.

“Baiklah. Bagaimana caranya, Gadis kecil?” Peri Sanderina bertanya dengan lembut.

“Kau harus ceritakan aku sebuah dongeng!” 
“Apa? Dongeng? Kau suka dongeng? Benarkah kau suka dongeng?” Peri Sanderina sontak kegirangan.

Peri Sanderina mengerlingkan matanya pada Sticky. Wajahnya tak murung lagi. Peri Sanderina kini bersemangat dan percaya diri. Ia yakin sudah menemukan apa yang ia cari.
***
Singkat cerita, akhirnya si gadis kecil pun sepakat membantu Peri Sanderina, si Peri buku dongeng. Kontes peri buku dimulai. Namun, saat giliran mereka tampil, mendadak muka Peri Sanderina yang tadinya ceria tiba-tiba berubah pucat. Ia panik. Ada apakah gerangan?

“Oh tidak. Benarkah kau tidak bisa membaca, Arlin?” Sticky berusaha bertanya tenang pada si gadis berkupluk merah itu. Sayangnya, Arlin mengangguk iya. Itu tandanya, kesempatan untuk bisa ikut tampil di kontes akan gagal total, pikir Sticky dan Peri Sanderina. Bukankah nanti setiap anak harus membacakan buku pilihan Ratu Peri. Lalu bagaimana dengan Arlin? Ia tidak bisa membaca. Namun, Peri Sanderina harus berani tampil bagaimana pun keadaannya, bagaimana pun hasilnya.

***
Tibalah waktunya untuk mengumumkan hasil kontes peri buku. Ratu Peri memberitahukan bahwa semuanya adalah yang terbaik karena peri penjaga dan anak-anak yang gemar membaca buku sejatinya adalah juara. Namun, untuk penghargaan yang lebih, Ratu Peri mengumumkan bahwa Peri buku dongeng dan Arlin menjadi pemenangnya.

Arlin tidak bisa membaca tapi ia sangat memahami semua kisah dalam buku dongeng. Rupanya, Arlin selalu meminta siapa pun untuk membacakan dongeng dari buku-buku yang selalu ia bawa. Arlin selalu mengambil pelajaran dari setiap dongeng yang ia dengarkan. Arlin adalah anak yang tulus mencintai buku dongeng sebagai temannya. Ia selalu menjaga dan merawatnya dengan baik. Ratu Peri sangat terkesan dengan Arlin.

“Hai gadis kecil, aku akan memberimu hadiah istimewa. Aku akan memberimu kemampuan super. Yaitu, kemampuan membaca yang hebat,” jelas Ratu Peri menyambut Arlin saat naik ke panggung istana.

“Tidak, Ratu Peri. Terima kasih. Aku ingin bisa membaca. Tapi aku akan belajar dengan usahaku sendiri. Tentunya,  Peri Sanderina dan Sticky akan membantuku,” jawab Arlin percaya diri sambil mengerlingkan matanya, kode pada Peri Sanderina dan Sticky. 
Ratu Peri semakin kagumlah padanya.

Peri Sanderina dan Sticky mengacungkan jempol tanda setuju. Mereka pun saling berpelukan dan tertawa bersama. Buku dongeng pun tidak akan pernah musnah. Arlin, Peri Sanderina, dan Sticky akan menjaga dan menebarkan kebaikan dan kebajikan dari buku dongeng ke seluruh dunia.
***

Tamat.

=========
Haloha, baru lagi sempat posting cerita anak di sini, setelah hiatus hampir dua bulan lamanya (kemana aja? :D). Oia, ada yang sudah membaca cerita ini sebelumnya? Ya, jika iya pasti ada yang sudah mampir membaca buku Tales in Wonderland dong, ya?. Yup, cerita ini merupakan salah satu naskah terpilih sayembara di acara ultahnya komunitas Wonderland. By the Way, apa kalian juga senang membaca buku dongeng atau membacakannya? cerita dongeng apa yang paling kalian suka? :)

5 komentar:

  1. Cerita dengan tema menarik dan ngaliiir aja kisahnya sehingga enak di baca. Keren mbak..anakku suka baca dongeng nih seperti cerita Gadis Berkupluk Merah dan Peri Sanderina ini.

    BalasHapus
  2. Cerita anak sudah jarang seksrang, saatnya penulis meramaikan cerita anak, oke banget mbak...

    BalasHapus
  3. Whaa nggak nyangka ternyata pemenangnya malah Arlin. Moral of the storynya penting untuk bisa memahami ya apalagi kalau juga bisa membaca sendiri.

    BalasHapus
  4. Aku pribadi suka Amelia Jane karangan Enid Blyton. Wah, pokok itu buku anak favoritku. TApi aku belum bacain ke anak-anak sih, karena Amelia Jane ini karakternya cerdik tapi sedikit usil.
    Seru ceritanya, Mbak. Tapi aku blm punya bukunya. Jadi penasaran nih.

    BalasHapus
  5. Keren alur ceritanya ringan dan mengalir. Anak² kalau tentang dongeng mah harus bebas yaa idenya. Lanjut Mbak...bikin lagi dongeng yang lain...

    BalasHapus