Buku Jangan Panik! Membekali Anak dengan Tips Keselamatan Diri.



Judul: Jangan Panik!
Penulis: Watiek Ideo & Fitri Kurniawan
Penerbit: Bhuana Ilmu Populer
Tahun Terbit: cetakan ke-2, 2016
Jumlah Halaman: 172 Hal
Harga: 125.000  (86.000 dapet diskon dari penulis)

***

Di antara banyaknya koleksi buku duo krucil di rumah, baru sadar rupanya belum ada buku anak khusus tema keselamatan diri. Kebanyakan masih seputar dongeng, soft skill, pembentukan karakter, agama, dan kognitif dasar. 

Nah, sejak sering kejadian lagi gempa bumi akhir-akhir kemarin, jadi diingatkan lagi tentang pentingnya mengedukasi anak agar biasa siaga hadapi bencana. Salah satu cara yang paling mudah dilakukan adalah dengan memberikan pengetahuan lewat cerita, kan? Jadi, aku enggak tunda lagi deh untuk cari buku anak yang berhubungan dengan ini.

Akhirnya, berjodoh dengan buku ini, Jangan Panik! karya cikgu kesayangan, Mbak Watiek Ideo. Buku ini duet bareng sepupunya, Mbak Fitri Kurniawan. Udah enggak asing lagi lah, ya, dengan nama dua penulis yang sering duet dalam karyanya.

Sesuai judulnya, Jangan Panik! merupakan pertolongan atau langkah pertama saat kita dihadapkan pada situasi darurat. Penulis dalam buku ini ingin menyampaikan pesan bahwa intinya jangan panik dulu saat berada dalam keadaan darurat agar kita bisa berpikir jernih, 'harus ngapain nih?'.

Buku jangan panik ini berisi 20 cerita seru dalam situasi darurat. Semuanya dikemas dalam cerita yang apik dengan ilustrasi yang menarik juga disertai tips asli bagaimana cara mengambil tindakan yang tepat saat situasi darurat.

Berbagai situasi darurat yang diangkat dalam buku ini memang yang seringkali ditemui dalam kehidupan sehari-hari, seperti kasus ketika tersedak permen, mimisan, kedinginan dan menggigil setelah main hujan-hujanan, tersesat atau terpisah dengan orang tua ketika jalan-jalan di Mall, ketika terjadi gempa bumi, hingga tips saat menaiki pesawat terbang untuk pertama kali.

20 cerita mengatasi situasi darurat
Menurutku sudah cocok, ya, untuk mulai dibacakan pada anakku yang sebentar lagi menginjak 6 tahun karena dia sudah mulai mengerti situasi dan bisa diarahkan untuk mengikuti suatu prosedur. Selain itu, cerita yang disajikan juga seru-seru bagi anak-anak, apalagi ilustrasinya full dan berwarna. Setiap satu cerita hampir rata-rata terdiri dari 6-7 halaman saja, sudah termasuk rangkuman tips nya di setiap akhir cerita. Jadi, anak-anak tidak akan bosan untuk membacanya. Biasanya aku sama anak-anak bacanya nyicil, cukup 2-3 cerita dalam sekali duduk.

Segmentasi utama buku ini sepertinya ditujukan untuk anak usia sekolah dasar tapi menurutku kayaknya masih cocok, ya, untuk dibaca anak-anak sekolah menengah juga. Kalau aku masih ngajar di SMP, sepertinya ini akan kujadikan buku wajib juga untuk kami baca bersama. Plus lagi bisa sekalian jadi media untuk belajar bahasa inggris karena buku ini konsepnya bilingual.

Jangan panik! Saat terjebak di lift. Ini tips-nya.

Kalau bicara soal gambar ilustrasi dalam buku ini, wah aku suka sih. Apalagi buku ini digarap oleh 9 ilustrator, loh. Jadi pastinya, tidak membosankan karena disuguhkan desain gambar yang berbeda dan unik. Masing-masing ilustrasi tersebut mempunya ciri khas tersendiri.

Ilustrasi bagus dan berwarna

ilustrasi Kak Awa Erlangga dalam cerita Bumi Berguncang

Ilustrasi Kak Ning R. dalam cerita Ketika Ular Menyapa

Ilustrasi Kak Suesan Ang

Oia, tips-tips yang disajikan juga mudah dipahami dan selalu mengangkat sesuatu yang alami. Seperti penggunaan lendir lidah buaya saat terkena cipratan minyak goreng panas, getah daun pepaya untuk kulit yang terinfeksi, hingga air daun tembakau saat terkenan gigitan lintah. Nah, tapi kalau menurutku penting juga disisipkan alternatif lain. Karena sekarang mungkin mulai agak susah ya untuk mendapatkan bahan alami di sekitar, seperti lidah buaya. So, pas baca bab ini aku juga kasih saran lain sama anakku. Nak, kalau terkena cipratan minyak panas dan gak dapat tanaman lidah buaya, buka aja kulkas, ambil aloe vera gel punya bunda lalu oleskan. Hehehe ...

Nah, paling ada sesuatu yang mengganjal itu ... di buku ini ada tips yang aku kurang sreg sih, ya, yaitu di cerita 'Bermain Hujan-hujanan'. Di sana terdapat tips untuk mengatasi kedinginan (hipotermia) dimana ada poin yang menjelaskan bahwa 'jangan lepaskan pakaian basah karena akan membuang-buang waktu yang berharga'. Kalau sepengetahuanku kok malah justru sebaliknya. Aku coba baca di artikel lain pun salah satu tips mengatasi hipotermia itu ada dicantumkan harus melepas segala pakaian basah dengan hati-hati dan keringkan tubuhnya dengan baik. Setelah itu, lindungi tubuh dengan selimut dan pakaian kering sambil menunggu bantuan medis. Jadi yang ebih tepat yang mana, hayo ... ?


Izz beserta bukunya.💓
Hal lainnya adalah menurutku ukuran buku ini terlalu besar dan tebal juga untuk anak-anak. Berat, Bun! kalau kata anakku. wkwkwk . Enggak cocok dibawa-bawa. Nah. aku kok kepikiran bakal seru deh kalau dibikin flash card-nya juga. Jadi terdapat 20 kartu ukuran postcard, misalnya. Satu sisi bergambar kejadiannya lalu sisi lain berisi tips mengatasinya. Karena nantinya lebih kecil dan simpel, jadi bisa lebih mudah dibawa kemana-mana lalu bisa dijadikan games tebak-tebakan bareng anak sehingga diharapkan anak juga bisa lebih mudah dan cepat mengingatnya.

But, Overall,  Aku suka buku ini. Recommended loh, ya, untuk melengkapi koleksi buku di rumah. Bukan cuma dibaca anak-anak tapi cocok juga loh dibaca orang tuanya sebagai referensi untuk keselamatan keluarga. So, diharapkan setelah membaca buku ini, khususnya buat aku dan anak-anak, bisa lebih siaga saat menghadapi keadaan darurat dan pastinya, Jangan Panik!

Semoga bermanfaat, ya, review bukunya kali ini.

Salam hangat,
-Mira Humaira-



12 komentar:

  1. Buku bagus, penting banget membekali anak dengan Dos and Don'ts.

    BalasHapus
  2. bukunya menarik dan pastinya manfaat banget untuk bekal pengetahuan anak mengatasi situasi darurat yang sedang dialaminya..

    BalasHapus
  3. Bukunya menarik dan isinya bisa dicerna dengan mudah untuk anak-anak ya. Semoga dengan membaca bukunya, anak2 jadi bisa mengatasi kondisi darurat.

    BalasHapus
  4. Nah, aku sedang kepikiran bikin draft cerita kayak gini. Intinya tentang tanggap bencana/musibah. Berdasarkan pengalaman anakku dia nyantol banget begitu baca dos and don't-nya dari buku. Ibunya jadi terinspirasi donk. TApi buku yang ini aku belum punya. Bolehlah hunting dl sebagai referensi. Thanks infonya, Mbak.

    BalasHapus
  5. Wah menarik banget mba bukunya, palagi dapet diskon hehehe. Tapi kayaknya emang setebal itu rada beurat yes buat anak. Jadi aku setuju kalo dibikin sda flash card gitu. Pasti lebih asik

    BalasHapus
  6. Wah kayaknya di rumahku juga belum ada nih buku begini. Harusnya sih Ada juga yaaa dan penting juga untuk Pengenalan dengan dibacakan ke anak-anak.... Thanks mbak rekomendasi nya

    BalasHapus
  7. Bagus nih, bukunya, anak-anak memsng harus diajarkan untuk tidsk panik

    BalasHapus
  8. Mungkin untuk usia anakku pas nih, akhir SD sampai SMP
    Kalau awal SD pake flash card kayak ide Mbak Mira atau dibikin lebih banyak ilustrasinya.
    Tapi, keren temanya dan bikin anak bisa waspada pada bencana.

    BalasHapus
  9. Wah keren banget ini bukunya. Saya pikir ditujukan untuk orangtua saja tapi ternyata banyak ilustrasi menarik karna ditujukan utk dibaca anak2 juga ya Mbak. Recommended nih

    BalasHapus
  10. Wah aku juga blm kwpikiran beli buku tema keselamatan nih. Ya aku pikir anak-anak blm pergi jauh²sih tapi kayaknya udah harus segera beli karna anak pertama udah SD kelas 3nih bukunya pas banget

    BalasHapus
  11. Aduuuuuuhhh ini bukunya beli dimana? Bagus banget buat disediakan di rumah. Kalo gak baca ini sebenarnya aku belum ngeh harus punya buku tema seperti ini

    BalasHapus
  12. Saya termasuk penyuka buku anak yang bilingual :) Ngajarin anak sekaligus mempertajam vocab yg lupa-lupa, gitu.
    Dari pemaparan Mbak Mira, buku ini applicable banget untuk keseharian, ya. Bagus pula ilustrasinya. Penulisnya emang gak diragukan lagi, sih. Kayaknya bakalan saya cari deh buku ini. Masih ada di tokbuk macem Gramed kan ya?

    BalasHapus