Menikmati Secangkir Cappuccino dan Hal menarik tentangnya



Satu malam di akhir pekan kemarin, aku diajak menikmati secangkir kopi di sebuah kafe kopi sederhana di daerah kami. Untuk menghilangkan penat, begitu suamiku berkata. Ah, iya sudah lama.

Cappuccino hot creme brulee. Aku memilihnya. Baru aku coba kali ini. Oo ... rupanya cappuccino dengan sajian gula 'bakar' di atas buihnya. Tampak seperti karamel. Crunchy dengan sensasi manis yang berbeda.
Hot creme Brulee @ Kafe E & Kopi

Tapi bukan tentang creme brulee si gula karamel itu. Masih tentang cappuccino saja. Aku selalu tertarik dengannya. Apa yang menarik darinya?

Cappuccino.

Sajian kopi dengan keindahan dan kelembutan yang merupakan perpaduan harmoni kopi espresso dan susu (steamed milk). Warna coklat hasil perpaduannya mirip dengan pakaian biarawan Capuchin.  Para biarawan ini memakai jubah dan penutup kepala berwarna coklat (serupa dengan cappuccino yang kita lihat sekarang). Ya, dari sini lah awal mula nama kopi Cappuccino. Diperkirakan sajian kopi beraroma wangi ini mulai dikenalkan pada tahun 1800-an di Wina. 

Cappucino dan Fakta Menarik 

  • Bukan santapan siang, sore, atau pun malam
Penyajian cappuccino berasal dari Italia. Di negara asalnya sendiri, cappuccino berarti "little cap". Yaitu, secangkir kopi nikmat yang atasnya dipenuhi buih (milk foam) yang bagian dasarnya dipenuhi espresso mixed susu. Konon, orang Italia mengonsumsi cappuccino ini untuk sarapan. Santapan pagi tentunya. Jadi bukan minuman di waktu siang, sore, apalagi malam. Jika datang ke kedai kopi di sana,  biasanya minuman ini dapat dipesan hingga jam 10 pagi saja. 


Namun, tradisi menikmati kopi bisa berbeda-beda di tiap negara. Seperti di Indonesia, untuk menyeruput nikmatnya cappuccino,  bisa kita lakukan kapan saja. 

  • Cocok sebagai pengganjal perut
Masih berhubungan dengan waktu penyajiannya yaitu pagi hari, Cappucino memang diperuntukkan sebagai pengganjal perut karena kandungan susunya yang banyak. Kalorinya tinggi sehingga dapat mengenyangkan perut. 
  • Buih dan kestabilan temperatur
Tahukah, bukan hanya sebagai hiasan atau art, sensasi busa yang lembut di mulut dalam sajian cappucino rupanya memiliki fungsi tersendiri. Buihnya berfungsi sebagai insulator agar temperatur dari campuran kopi dan susu tetap seimbang. 

  • Hanya dalam gelas keramik
Idealnya, cappuccino tersaji bukan dalam gelas plastik atau kertas. Gelas keramik adalah yang sebenarnya paling cocok untuk menuangkan seduhan kopi ini. Alasannya dikarenakan gelas yang terbuat dari keramik bisa menyimpan panas dengan lebih baik. Jadi, dulunya, cappuccino ini pasti tersaji dalam gelas keramik.
  • Hari Cappuccino Sedunia
Cappuccino memiliki kepopulerannya sendiri bahkan hingga ada momen khusus untuk memperingatinya. Ya, harinya Cappucino. 8 November 2015 ditetapkan sebagai National Cappuccino Day yang sekarang duga diperingati sebagai Hari Cappuccino Sedunia.


Filosofi Secangkir Cappuccino

Kalau kata Ben di film ' Filosofi Kopi', Cappuccino itu  kopi yang genit. Ketebalan dan tekstur foam harus presisi, butuh standar penampilan yang tinggi. Cappucino harus terlihat seindah mungkin, karena cappucino adalah kopi yang cocok untuk orang yang suka keindahan sekaligus kelembutan.

"Bagiku, cappuccino itu soal keseimbangan, proporsionalitas, dan kehangatan." 
(Mira Humaira)

Komposisi tiga jenis bahan dalam cappuccino mesti seimbang. 30% espresso, 30% susu, dan 30% buih susu. Makanya kadang dibilang, cappuccino adalah  sajian yang paling sulit dibuat. Cappuccino berbicara tentang keseimbangan. Harus proporsional, tidak boleh ada yang melebihi satu sama lain di antara tiga komponennya. Begitu pun dalam kehidupan, dalam bertindak kita mesti seimbang dan proporsional. Bersikap dan beraksi sesuai fitrahnya. Tidak boleh berlebihan karena nantinya akan merusak kestabilan rasa yang mestinya tersaji indah dalam diri kita.

Kehangatan. Buih cappuccino berfungsi sebagai penstabil kehangatan. Indah jika kita bisa berlaku sebagai pribadi yang selalu menciptakan kehangatan di sekitar layaknya si buih cappuccino. Selain cantik, juga dapat mempertahankan suasana agar stabil hangat ketika ada situasi dingin atau panas di antara teman, keluarga, dan hubungan dengan banyak orang. 

Bagaimana? Anda penyuka cappuccino juga? Bagaimana kesan cappucino di lidah dan pikiran Anda?

By the way, Selamat berakhir pekan. Selamat menikmati sajian kopi hangat bersama orang-orang terdekat.


Menjelang akhir pekan di September 2019.
Salam cinta dari penyuka kopi,







36 komentar:

  1. Baru tahu mbak kalau ada peringatan Hari Cappuccino Sedunia.
    Dulu juga saya penikmat cappuccino, tapi sekarang sudah beralih ke air putih, hehehe.... faktor usia sih penyebabnya.

    BalasHapus
  2. Saya penyuka kopi dan selalu tertarik baca tentang kopi. Rasanya dunia jadi lebih damai dan indah, gitu :)
    Baca tulisan Mbak Mira ini, berasa sedang nyeruput kopi juga, hehe.

    Nah, dulunya saya adalah cappuccino-mania. Tergila-gila, walaupun cuma sekali saja menikmatinya di kafe. Selebihnya, saya bikin sendiri di rumah. Nyobain berbagai merk kopi sachetan :D

    Cappuccino memang indah, Mbak. Darinya bisa lahir beragam filosofi termasuk jadi ide film. Yes, "Filosofi Kopi" termasuk yg saya sukai. Pun saat saya mulai tak lagi menyentuh gula, saya tetap punya ramuan cappuccino ala saya sendiri yang sugar free :)

    Nice sharing :)

    BalasHapus
  3. Kelak saya akan mencoba seperti apa hangout bersama suami tentang cappuccino ya mbak menarik ulasannya

    BalasHapus
  4. Akutuh suka banget sama aroma kopi, apapun. Sayangnya, tiap menyesap sedikit saja udah bikin deg-degan.
    Baru kutahu kalo ada hari Capuccino ��

    BalasHapus
  5. Wow menarik sekali cerita tentang capuccinonya. Cocok gak ya kalau diminum dalam keadaan dingin? Soalnya aku bukan pecinta minuman dengan based kopi nih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. cocok aja, Mbak. Jaman sekarang sudah banyak modifikasi penyajian kopi ini

      Hapus
  6. Bagus ulasannya. Akupun penyuka capuccino, tapi yg sachetan sih. Soalnya bikin kayak di cafe engga bisa.
    Suka wangi dan sesapannya.

    BalasHapus
  7. Cappucino andalanku kalau lagi ngopi di luar. Di rumah punya sasetan juga.
    Ternyata banyak kisah di baliknya yaaa...
    Kusuka saat pertama disajikan, baik aroma maupun penampilannya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Sepakat. Sajian cappuccino itu memang selalu menggoda

      Hapus
  8. Sebagai peminum kopi, bukan penikmat, jujur aja aku gak paham sejarah kopi, wkwkwk. Minum kopi pun ya apa aja diminum. Cappucino oke, kopi sachet ayuk, kopi item paling nendang. Tapi jadi tertarik juga nih mencicipi cappucino a la cafe gitu. Sambil menghayati sejarah yang sudah Mbah Mira tuliskan. Kayaknya bakalan lebih syahdu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, itu ... menikmati kopi dengan filosofinya itu lebih nyess banget. He sama sih, Mbak. sajian kopi apapun oke, yang penting ngopi. :D

      Hapus
  9. Wah menarik banget ya kisah di balik secangkir cappucino ini ternyata. Aku suka banget sama minuman satu ini loh. Yummy creamy gitu

    BalasHapus
  10. Yuni baru tahu ada harinya cappuccino. Padahal di kala ngantuk melanda, setelah jam makan siang, saat banyak pekerjaan yang mesti diselesaikan, maka pilihan yang paling baik adalah menikmati segelas cappucino. Yah meski hanya sekedar kemasan sachet sih.

    Anyway, terima kasih tulisannya kak.

    BalasHapus
  11. aku suka cappucino. klo ngopi pilihannya cuma dua americano atau cappucino. tapi waktu minumnya keluar jalur, sore atau malam hehehe

    BalasHapus
  12. Terus terang saya bukan penyuka kopi sih ya mbak. Tapi saya suka cappucino. hehe
    Dan, ya belum pernah juga diajak ngopi cappucino di cafe oleh si dia. Wadaw hahaha
    btw, ternyata filosofinya dalem banget yaaa

    BalasHapus
  13. Jujur bukan penyuka kopi, tapi sesekali mencoba capuccino, mencium aroma dan rasanya yang khas, bisa pengecualian

    BalasHapus
  14. Ku bukan pecinta kopi, tapi dengan cappucino tuh rasanya seperti dimanja. Selain teksturnya yang cantik, rasanya juga mengenyangkan:)

    BalasHapus
  15. Waduh salah waktu berkunjung ke blog ini, wkwkwk, jadi pengen capuccino-nya, dong!
    Padahal tadinya punya pikiran enak juga minum capuccino sore-sore gini. Ternyata di Italia, itu bukan santapan sore ya...

    BalasHapus
  16. Baru tau banget ternyata cappucino itu buat sarapan hehehe kirain termasuk kategori minuman

    BalasHapus
  17. Cappucino kesukaanku. Hehe tp kok gak tahu ya ada Hari Capucino...mksh infonya mb

    BalasHapus
  18. Wow.. Ternyata ada cerita panjang dibalik capuccino.. Dan ada hari peringatannya juga. Saya hanya tahu cappucino versi saset, jadi penasaran mau coba capuccino versi cafe deh...

    BalasHapus
  19. yeaaaayyy my favorite beverage... tapi kalau minum cappucinno aku ngga pernah pakai gula mbak,lebih mantab rasanya

    BalasHapus
  20. Saya penikmat capuccino tapi nggak tahu ada hari peringatannya��. Thanks mbak infonya. Kalau aku sih biasanya minum capuccino saat malam atau teman di depan laptop saat menulis. Entah kenapa kalau ditemani secangkir capuccino rasanya ide jadi cemerlang��

    BalasHapus
  21. Saya bukan penyuka kopi, tapi baca ini kok jadi pengen nyeruput secangkir cappucino ya ... 🤭

    BalasHapus
  22. Entah mengapa semenjak berhenti alias mengurangi rokok, sekarang beralih ke ngopi walaupun cuma sederhana ngopi di rumah hehe, rasanya kurang afdol kalau belum ngopi, apalagi saat ngeblog rasa kurang nggeh kalau nggak ada kopi,
    saya juga seneng capucino, tapi ngopinya pakai yang saset soalnya tinggalnya di kampung sob hehe.

    BalasHapus
  23. Huaaaah....jadi ingin ngopicino.. hihihi. Enaknya di Indonesia, ngopi itu enggak kenal waktu. Kapan aja boleh.

    BalasHapus
  24. Ternyata ada hari cappucino sedunia. Mari Mbak, 8 Nov nanti kita ngapucino bareng :)

    BalasHapus
  25. Saya termasuk yang kurang suka ngopi tapi kalau suami minum capucino wanginya saya suka.Lebih suka suka hot chocolate kalau saya. Trims sharingnya, Mbak.

    BalasHapus
  26. Wah mantap banget mbak filosofinya, aku juga suka capuccino, apalagi kalo ada sensasi crunchy2nya gitu..tapi sekarang agak ngurangin soalnya asam lambung sering kambuh..

    BalasHapus
  27. Wah saya juga pencinta kopi nih, cantek-catek kopinyaa

    BalasHapus
  28. Sayang sekali saya bukan pecinta kopi, minum kopi pun jarang sekali.. beda dengan mertua saya yanb nyaris tiada haru tanpa kopi, hehe. But boleh juga nih referensi temlat minum kopinya.

    BalasHapus
  29. Kpi itu rasanya enak dan bikin nagih, tapi sayangnya saya bukan pecinta kopi, hanya suka mencium baunya saja.

    BalasHapus
  30. Mbak Mira jadi kapan kita ngopi barengnya...hahaha, sungguh menggoda penampakan Capuccino yang ada di foto

    BalasHapus
  31. Waaah pengetahuan banget nih soal capucino, dan memang campurannya pas banget sih d lambung aku jadi ga perih

    BalasHapus
  32. Ulasannya menarik mba, aku juga baru tahu lho mba soal Cappucino ini dan sedalam itu ternyata pembahasannya. Menarik banget nih

    BalasHapus